Sabtu, 30 Juni 2012


    "I vow to help you love life
   To always hold you with tenderness
   And to have the patience that love demands
   To speak when words are needed
   And to share the silence when they are not
   And to live within' the warmth of your heart
   And always call it home"

Rabu, 27 Juni 2012


Untitled....




"..Kita telah lewati, rasa yang pernah mati
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari, jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku
Saat ku tertatih tanpa kau disini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini..."
Seluruh nafas- Last Child Ft Gisella

Udah hampir masuk tahun pertama kita sama-sama dalam keadaan kayak 'gini'. Bahagia. Udah itu aja.
Karna hidup sama kamu ahir-ahir ini adalah kebahagiaan yang paling sederhana. Segalanya sederhana tapi mahal. Kayak butiran debu seharga berlian. Gitu.
Banyak persimpangan yang udah kita lewatin, banyak rasa yang udah kita cicipin, banyak sakit yang berhasil aku sembuhin.
Gatau apa alesannya aku bisa bertahan sampe hari ini. Disini. Sama kamu.
Padahal...
Inget ga sih berapa kali aku bilang buat nyoba pergi dan lepas dari kamu ? 
Ngeakhirin perjalanan yang kadang kerasa sulit ini ?
Atau ngejalanin segala ke-pura-pura-an tanpa kamu ?
Sering !
Tapi apa faktanya, selalu ada jalan yang nuntun aku buat kembali..
Kesana, Hatimu. Hunian ternyaman abad ini.
Gatau emang jalannya kayak gini atau aku yang emg gabisa lepas atau kamu sebenernya siluman medan magnet ? Gatau.
Karna detik sama kamu itu selalu terasa mewah. Mau keadaannya lagi ga baik-baik ajapun aku ga tega kalau harus di sia-sia-in. h3h3h
Satu tahun pertama. Bukan, aku bukan ngitung2 masa kita deket atau mau bikin keadaan berasa pasangan yang inget-inget aniversary hubungannya. Dari awal kita kenalpun aku tau kamu orang yang menyenangkan.
 Sampe sekarang kamu ga berubah dan tetep menyenangkan.
Aku masih yakin, bakal selalu ada jalan untuk kita.
Kalau nanti emang jalan kita bercabang dan maksa kita buat jalan masing-masing. Makasih untuk selalu menyebut namaku disetiap doamu <3
Makasih, Makasih. Kekasih ({})



Ps: You really got me again  now

Minggu, 24 Juni 2012


Kamu pernah menjadi utaraku, bahkan medan magnet terbesar akar dari segala debar
Kamu pernah menjadi hulu dari hilir segala getir dan senyum dibibir
Kamu pernah menjadi hutan harapan yang menyesatkanku dalam doa sejuta kenyataan
Kamu pernah menenggelamkanku di palung hati tempat dimana aku selalu ingin kembali
Kamu pernah menjadi semesta, impian dari segala damba
Kamu pernah bersarang di otak lalu turun dan menyatu pada detak
Kamu pernah menjadi yang pertama yang membuat kedua, ketiga dan setelahnya tak pernah ada
Kamu pernah menjadi penghuni mimpi, dimana keindahanmu tercipta abadi
Kamu pernah menjadi masa dimana aku ingin terjebak didalamnya

Aku pernah menjadi sempurna yang diirikan seluruh semesta, hanya karna...
Kamu ada :)









Jumat, 08 Juni 2012

Trip to UI. Trapped in memory



Rabu, 17 Desember 2012,

Ini perjalanan yang paling tersegalanya. Jalan-jalan terjauh bareng sekolah dan juga kamu. 
Bangun dengan sms "mau bareng kesekolahnya ?" . Ah its the best way to wake up and start a wonderful day.
Aku mandi dan siap-siap, kamu mau jemput :)
Entah ini pagi dibumi atau dipinggiran surga, kamu selalu tau bagaimana menghidangkan cara terbaik untuk jatuh cinta.
Agak sedikit ragu buat bilang sama Bunda, karna dijemput kamu pagi ini. Tapi entah, mungkin pagi ini Tuhan menginginkanku bahagia secara sempurna. Bunda langsung ngizinin dan memintaku untuk pulang denganmu lagi. Its the first time that i got the green light!


Pukul 7:20..


Suara motormu sudah kudengar dari kejauhan, ah atau ini hanya debar dari hati yang dijatuh cintakan ? Bergetar...
Dibarengi dengan itu led biru di selulerku menyala, menandakan kamu yg ada dibaliknya. Satu pesan darimu waktu itu, "Aku udah didepan!"
Aku tersenyum, dan debar dada yang makin tak beraturan ini sulit aku tangkap.
Aku membuka pintu gerbang dan berusaha melipat senyum saltingku. Kamu datang, dengan cengiran khas dan menunjukan jejer gigi yang masih terikat kawat. 
Silau, mungkin itu alasan matahari agak teduh pagi itu dia menyerah untuk melawan sinarmu yang terkadang lebih mempesona dari lembayung senja. 
Itulah kamu dan inilah aku, entah hanya denganmu saja aku begini. Tertawa tanpa sebab juga henti.


Aku menaiki motormu dan pamit pada Bunda yang mengintipi kita dari balik jendela "Bun, pergi dulu. Assalamualaikum" Bunda membalasnya "Iya, hati-hati yaa" . Lihat, Bunda. Anakmu pergi dengan hati-hati bersama lelaki pengisi hati. 
Pagi di bumi tak pernah seindah ini...




Kami tiba disekolah. Bus yang akan mengantarkan kami untuk Study Tour hari itu sudah siap di depan gerbang. 
Aku, dengan segala bahagia yang mulai menggumpal di pipi menjadikannya merah merona dan senyum yang enggan sirna, membuat mereka tersenyum juga "ciyeee.. pagi-pagi udah senyam senyum. Ceritaaa ?!" ah mereka terlalu tau aku untuk pura-pura tidak tau. Mereka pasti iri mendengar bahagiaku pagi ini. Iya, entah mengapa ada kebanggaan tersendiri ketika aku denganmu, semesta meng-iri-kan-ku yang ada didekatmu. Makhluk mana yang tidak menginginkan hidup hanya sejengkal dari kebahagiaan ?
Itu sebab, mengapa aku tidak pernah ingin menyia-nyiakan detik bersamamu.
Akhirnya mereka tau, aku berangkat pagi sama malaikatsurga  kamu. 
Benar dugaanku, apa yang mereka katakan dibarengi iri yang tak berkesudahan "ciyeeeeee seneng banget pagi-pagi udah dibikin seneng" (kata twitter, "ciye" itu akar kecemburuan hehehe )
Tapi aku bersyukur, sekali lagi. Begitu banyak mata yang menangkap kebahagiaan kita, membantu mengamini setiap harap dan segala doa, terkadang mereka tak kalah sedih ketika kita tidak sedang baik-baik saja.




Para guru sudah meminta kami untuk berkumpul, untuk sejenak berdoa agar perjalanan hari ini lancar. Setelah itu kami menaiki Bus yang cukup luas. Aku memilih tempat dudukku sebelah kanan, dekat jendela. Aku suka menikmati pemandangan dengan headset melekat di telinga. 
Bissmilah, Bus-pun melaju bersama hingar bingar mereka; yang sibuk dengan teman-teman ternyamannya, yang sibuk dengan jepretan kameranya, yang sibuk dengan playlist musiknya, dan... yang sibuk dengan kekasihnya masing-masing
Hingga.... akhirnya terlelap dengan sendirinya. Aku masih menikmati pemandangan, musik, dan bahagia pagi ini 


Pukul 11:30..


Akhirnya kami tiba di Universitas Indonesia, sebelum sampai sini kami mampir ke rest area dipinggiran jalan tol tujuan Depok.
Untuk sekedar buang air kecil hingga beli makanan kecil.
Udara disini pengap bukan main, seperti ada diskriminasi keleluasaan bernapas. Sumpek.
Setelah Bus benar-benar terparkir rapi, kamipun turun. Mencari mushala dan kantin, kebetulan sudah waktunya shalat dan makan siang.
Aku bersama mereka mencari kantin dan memesan makanan, mencari tempat duduk ternyaman. Setelah makan siang selesai, aku menuju mushala dan shalat, tak lupa doa dan syukur terucap tanpa henti atas apa yang terjadi hari ini.
Lalu, handphoneku berdering... "Segera kegedung *lupa nama gedungnya* kalau sudah shalat dan makan" kata sumber suara jauh disana yang entah siapa karna nomernya tidak tersimpan di kontak selulerku.
Agenda kami disini adalah mendengarkan promosi salah satu Fakultas di Universitas ini. Kami memasuki ruangan besar dengan kursi-kursi rapih. Kedatangan kami disambut oleh beberapa mahasiswa dari Fakultas ini. Dan... satu lagi kebahagiaan kecil yang  sangat besar, ruangannya ber-AC! puas-puasin deh nafas, sudut pinggiran Ibu Kota mana lagi yang masih nyediain udara sesejuk ini. Nyaman banget. 
Aku memilih tempat dudukku; dibelakangmu .
Satu jam berlalu, promosi fakultaspun selesai. Para guru mengizinkan kami untuk berkeliling. 
Aku dan mereka memilih mengunjungi danau. Iya, disini ada danaunya dilengkapi pohon-pohon rindang yang cukup meneduhkan. 
Kami mengambil beberapa gambar dan kamu datang. 
Dari jauh memang sudah tercium aroma surga..
Lalu kita foto berdua hihii, 



Dengan wajah kucel karna minyak yang mulai menggenangi pori-pori kulit, belum lagi vibrating hati yang ga henti-henti. Mereka mengambil gambar kita tanpa aba-aba. Tapi aku suka, Natural.




Pukul 16:00


Matahari mulai turun dari singgasananya, begitu teduh. Kami melanjutkan perjalanan menuju Monas di tengah-tengah Kota Jakarta. Disana ada Ayah yang sudah menungguku. Ya, aku mengabarinya kalau aku akan datang ke kotanya, hari ini. Aku memeluknya. Peluk rindu. 
Aku mengakatakan ini padamu "Ayah ada disini" sambil tersenyum, kamupun tersenyum dan entah mengapa aku membaca sesuatu yang ganjil. Kamu gugup(HAHAHAH). Kamu bilang "aku ke kamar mandi dulu ya" aku mengiyakan lalu kita berpisah di parkiran..
Aku masuk ke dalam bersama dua temanku yang lain, mereka membuntuti aku dan ayah dari belakang. Tiba-tiba... "Lar.. Adiem mana ?" Ngah!! pertanyaanya yang sedikitpun tak ingin ku dengar saat itu. Ada Ayah, selama ini dia tidak pernah tau sedikitpun tentang kami. Aku hanya belum berani menceritakannya. Aku takut dia marah..
Tapi, lagi-lagi Tuhan memang ingin membuatku bahagia hari ini. Ayah hanya tersenyum dan bilang "Adiem siapa ? pacar teteh ?" nyessssss! melelehlah hati yang ga karuan takut dimarahin. Its second green light :)
Aku hanya tersenyum dan salah tingkah karna bingung harus bilang apa "Engga, Yah. Kita ga pacaran. Ih kalian apaan sih!!"  
Aku hanya berusaha melipat semu merah diwajah dengan menoyor kepala salah satu dari mereka.
Mereka menertawaiku dibelakang...


Pukul 17:00..


Ayah pulang, aku sedikit menyesal karna belum sempat mengenalkanmu padanya. Saat itu kita memang sedang tidak bersama. 
Entahlah kamu pergi kemana sama siapapun aku gatau.
Tapi tak apa, memang belum saatnya, mungkin.
Aku mencarimu saat itu...
Menanyakanmu pada mereka yang sebelumnya pergi bersamamu.
Mereka bilang, kamu makan baso diluar. Baso! jauh-jauh kesini makannya baso lagi. Heran.
Aku menyerah! aku melipat kesalku dan bermain sepeda Tandem berkeliling disekitaran Monas bersama mereka...
Satu putaran....
Dua putaraan....
Ah ini seru! sayang gada kamu.




Matahari sudah mendatangi peraduannya, kemilau sinarnya menggagahi angkasa sore itu. Lembayung senja!
Ah satu lagi keindahan hari ini.
Dan akhirnya kamu datang lalu kita bersepeda dibawah petang. 
Dibawah naungan mega langit sore. It feel like heaven.... 
Aku berharap detik bisa memutarkan detaknya dengan sangaaaat lambat. Aku masih mau menikmati ini, dan putaran roda sepeda saat bersamamu, sebanyak itu aku berdoa mengharapkan ini bisa terjadi lagi.
Kita pernah merencanakan untuk menabung dan membeli sepeda berkursi dua itu kalau sudah di Bandung nanti. Aku masih berharap itu memang bisa terjadi.





18:00...


Ahirnya, matahari menutup mata lalu harinya. Sekarang gelap. Tapi taman kota ini masih bersinar. 
Malam di bumi tak pernah se-spektakuler ini atau aku hidup di bumi tak pernah sebahagia ini ? Iya, kamu yang pertama yang membuat kedua ketiga dan seterusnya tidak pernah ada.
Terpaksa kita menyudahi sepeda sorenya, mereka sudah memanggil kita untuk lekas masuk ke Bus dan melanjutkan perjalanan pulang..
Aku merebahkan kakiku.. Pegaaaaaaaaal.
Aku melihatmu dari kursiku, kamupun selonjoran di dashboard belakang Bus yang cukup untuk sekedar merebahkan badan.


Aku mengambil selulerku dan...


Me: Apalagi setelah ini ? hari kita masih panjang. Words never enough to describe how blithesome i was this day :)


Aku menengok kebelakang, melihat wajahmu yang dijatuhi cahaya selulermu dan terlihat siluet senyum dari kursiku.


Led biru!


Fauzan: Hahaha iya aku seneng banget hari ini, kapan lagi bisa kayak gini :">>


Me: Kata-kata emang selalu gapernah cukup kalau aku sama kamu :">


Fauzan: Every moment that i spend with you is the moment i treasure :)


Me: _*_


Sesederhana itu kamu selalu bisa bikin aku jatuh cinta.


Aku tersenyum, lalu mencari posisi nyaman untuk istirahat. Kalau hari ini adalah sebuah mimpi, sedikitpun aku tidak ingin bangun lagi.






23:00


Laju Bus melamban. Sampaaaaaaaaaaaaaaai!!
Aku terbangun, lalu turun dengan langkah yang masih gontai.
Sudah hampir tengah malam. Aku ingin cepat pulang.
Kamu menawarkan untuk mengantarku pulang. Penutup hari yang sangat manis 
Aku masih heran kenapa kamu gapunya sayap ? Baik bangeeeeeeeet :">>>
Perjalanan kita masih ada sekitar 5 Km lagi, ya perjalanan dari sekolah hingga rumah.
Itu kali pertama semalam itu aku pulang dan dianter lawan jenis. 
Aku menikmati angin malam, sepinya jalan, dan juga kita...
Tanpa terasa, sudah sampai rumah..


"Hati-hati ya dijalan, makasih buat senyum dan bahagia hari ini"
Aku turun dari motormu.
 "Iya, sama-sama :) langsung tidur ya, istirahat"
katamu, sambil menstarter motor lagi lalu pergi..
Aku masih berdiri didepan gerbang rumahku, melihat punggungmu menjauh dan benar-benar hilang. Itu yang selalu aku lakukan ketika kamu mengantarku pulang sebelum aku masuk rumah.




Aku menutup mata dan melipat hari dengan mimpi, It was wonderful journey ever i did <3








Terimakasih, Kamu. Lelaki yang pernah menjadi hulu dari hilir kepuasaan hati ({})





Kamis, 07 Juni 2012

        ".... You really really sorry. I know, You really really miss me. Eat that, Past!"

"....Dan kini hatiku menemui musimnya; Kemarau panjang"

Senin, 04 Juni 2012

Kepada Adam-ku..


Aku memutuskan untuk bertahan dilintasan ini, menunggumu kembali
kembali pada rasa akan asa yang pernah membara
kembali pada segala doa-doa bahagia
kembali pada masa dimana harapan adalah sesuatu yang lebih terang dari bintang, Sayang.

Adam-ku,
Entah aku harus menamai perasaan ini apa
Terkadang perjalanan ini begitu melelahkan juga menyakitkan
Sakit, tapi sungguh untuk sembuhpun aku tak mau
Sisi lainnya, perjalanan ini begitu berharga
Aku begitu menikmati perjalanan yang tanpa judul ini

Adam-ku,
Apa kabar kamu saat ini ?
Terkadang aku ingin tak mempedulikanmu lagi
Sisi lainnya, aku butuh kabarmu
Dan kenyataanya ini aku..
Untuk berhenti memikirkanmu saja aku tak mampu
Entahlah, Sayang. Rasaku sulit aku tebak.

Adam-ku,
Jika memang harus di akhiri, akhirilah.
tolong tegas, tolong jangan kembali
tolong jangan buat hatiku mabuk lagi.

Adam-ku,
Sungguh aku pernah sangat menyayangimu
Tapi kini rasaku hilang menguap
Aku terlalu jauh tersesat dilabirin hatimu
Kini, aku lelah dan mati payah