Sabtu, 29 September 2012

"Sedang membayangkan ada disisimu saat ini. Menemanimu menghabiskan hari. Membantumu mengerjakan sesuatu yang kamu keluhkan sedari tadi. Mengusap keringatmu yang pasti mengalir karna panasnya udara ibukota dan lalu membiarkanmu menyandarkan semua lelah itu di pangkuanku. Memerhatikan pulas tidurmu, menikmati wajahmu, teduh mata itu. Ada disana. Aku ingin"

Senin, 24 September 2012

Tolong, Bunuh Waktu!


Ketika proyeksi mataku menangkap lagi nyata wujudmu, lengkung senyum itu, jejer gigi yang tidak berkawat lagi. Tolong, bunuh waktu!

Ketika indera penciumanku menemukan lagi aroma favoritenya, menguar bercampur dengan oksigen yang ku hirup, dua senyawa yang tetap membuatku hidup. Tolong, bunuh waktu!

Ketika telingaku mendengar lagi suara yang menggetarkan hati, renyah tawamu, candaan-candaan itu, cerita kehidupanmu. Tolong, bunuh waktu

Ketika sentuhan-sentuhan rindu itu mendarat di kulitku, melonggarkan sesak nafas yang selama  ini bersarang di peparu. Lepaslah dahagaku yang tadinya haus akanmu. Maka tolong, bunuh waktu!


Ketika tak sedetikpun ingin ku lepas lingkar lenganku saat aku tau kita harus kembali mengalah pada jarak, membiarkan lagi rindu itu meledak. 
memaksaku untuk melihat kalender, menghitung lagi berapa hari yang harus aku lewati dengan keadaan sesepi ini. Tanpamu. Tolong, bunuh waktu!

Dan, tolong bunuh waktu sebentar saja ketika aku selalu merasa tak pernah cukup menghabiskan rindu bersamamu






P.S: Dan seperti inilah sayang, rinduku disini selalu kelewat brengsek

Sabtu, 22 September 2012



"Kelak, tidak akan ada jarak sehasta pun diantara kita dan aku, ingin merenda hari tua di didekapmu saja"

Kamis, 20 September 2012




"Then, you are the first that i see when i wake up, and the last that i kiss before i fall asleep"
Kepadamu,  Lelaki yang ku cinta dikilometer tanpa nama


Sekali lagi, menikmati malam berselimut jarak bermil-mil jauh darimu
Entah, sudah berapa malam yang aku lewati dengan waktu yang terasa melambat seperti ini
Seperti adegan slow motion dalam film action
Perlahan membunuh, menyekap jantungku dalam keluh

Kamu tau, aku mulai berdarah merinduimu
Mencoba memutar jarum jam yang terasa mati dalam pejam

Maka, sebelum aku terbunuh sepi
Terlalu menikmati dinding-dinding sunyi

Segeralah kembali, Hati



Bandung, 20 September 2012






"Nanti, ketika kita satu dalam pelukan. Aku harap bukan aku atau kamu yang terlebih dulu melepaskan. Biar Tuhan saja yang lakukan"

"Ada kita, ketika aku memejamkan mata... lalu berdoa"

Senin, 17 September 2012



...Setelah pertemuan, aku kembali sendiri. Di kotaku. Kamupun kembali ke kotamu. Ada rindu yang belum sempat tersampaikan....



Aku hanya ingin dipelukmu sehari saja
Jika dan hanya jika jarak membuatku tak mampu lagi untuk bertahan
Jika dan hanya jika esok adalah ahir dari sebuah penantian
Jika dan hanya jika rambutku mulai rontok dan beruban
Jika dan hanya jika aku sudah tak mampu lagi untuk berjalan
Jika dan hanya jika usiaku sudah bersanding dengan kematian
Jika dan hanya jika sesederhana itu aku ingin berada dalam dekapan
Aku hanya ingin dipelukmu...


...Mungkin kelak, kita akan bertemu pada sebuah tempat yang biasa kita sebut Rumah yang selalu kita idam. Lalu kita akan menetap disana hingga usia kita padam.



-Untukmu, Lelaki yang ku cinta di kilometer tanpa nama-



Sabtu, 08 September 2012

Rabu, 05 September 2012



"Karna menjadi halal bagimu, adalah tujuan ahir dalam hidupku...." 

Karna jarak, ada rindu yang meledak



"Akhirnya, bagai sungai yang mendamba samudra
Ku tahu pasti kemana kan ku bermuara
Semoga ada waktu sayangku..."



Seperti air yang tidak pernah berhenti mengalir, seperti itu rinduku yang tidak pernah berhenti terukir. Disini. Rumah dimana aku selalu ingin kamu kembali. Hati
Rumah yang di dalamnya sudah aku buatkan sofa nyaman untukmu, untuk merebahkan semua lelahmu. Rumah yang selalu aku harapkan menjadi tempat yang pertama kamu cari ketika tidak tahu harus kemana melangkah lagi pergi.

Seperti udara yang terus ku hirup. Seperti itu rinduku yang tetap hidup.
Terkadang melegakan, tak jarang sesak juga menyempitkan pernafasan.
Mengacak-ngacak seluruh aku, tak karuan
Ya, sesak.. 
Rindu selalu datang kapanpun dia mau, tak kenal waktu. Selalu enggan berlalu.
Sudah berapa malam kuhabiskan untuk mencoba membunuhnya. Membunuh perasaan yang terkadang seperti hujaman tanpa henti
Tapi rindu inilah yang selalu membawaku kembali padamu, Muara rinduku.


Selalu ada pagi yang membuat rinduku bangun lebih hebat, mengakar lebih kuat.
Tapi kini..
Tampar aku untuk sadar, merasakan rasa sesak yang tak kalah hebat ketika aku tahu akan ada berapa pagi yang harus aku lewati tanpamu

Rindu yang dulu membuat aku selalu suka berada disekitarmu, merasakan tekstur kulitmu, basah tanganmu, ritme jantungmu, aroma tubuhmu dan teduh matamu

Rindu yang dulu membuat aku selalu mengharapkan ada jalan terjauh menuju rumah, hanya untuk sedikit lebih lama denganmu, Lelaki yang tak kenal lelah

Rindu yang dulu membuat aku terpaku, sebelum melihat punggungmu hilang menjauh. Ketika kita sama-sama berpisah didepan rumah. Lalu rindu itu segera kembali mencakar-cakar hatiku lebih dalam lagi. 
Kepadamu rindu ini akan selalu berlabuh, Peneduh serbuan gaduh.


Rindu yang dulu selalu aku ingin lahap habis ketika waktu mengizinkan kita bertemu. Yang membuatku ingin menyekap waktu lalu mendekap kamu. Membuatku ingin melihat waktu berhenti dan mati. Aku dan kamu bahagia abadi

Dan kini, Aku mati ditangan rinduku sendiri...



"Cepat pulang, cepat kembali jangan pergi lagi...."




Senin, 03 September 2012


"Akan datang masanya dimana pelukan kita lebih pekat daripada sekedar erat. Maka saat itulah kita menertawakan jarak..."
 
"Jika esok adalah ahir dari semua masa, aku rela menukar dunia agar bisa bersamamu sedetik lebih lama"