Rabu, 05 September 2012
Karna jarak, ada rindu yang meledak
"Akhirnya, bagai sungai yang mendamba samudra
Ku tahu pasti kemana kan ku bermuara
Semoga ada waktu sayangku..."
Seperti air yang tidak pernah berhenti mengalir, seperti itu rinduku yang tidak pernah berhenti terukir. Disini. Rumah dimana aku selalu ingin kamu kembali. Hati
Rumah yang di dalamnya sudah aku buatkan sofa nyaman untukmu, untuk merebahkan semua lelahmu. Rumah yang selalu aku harapkan menjadi tempat yang pertama kamu cari ketika tidak tahu harus kemana melangkah lagi pergi.
Seperti udara yang terus ku hirup. Seperti itu rinduku yang tetap hidup.
Terkadang melegakan, tak jarang sesak juga menyempitkan pernafasan.
Mengacak-ngacak seluruh aku, tak karuan
Ya, sesak..
Rindu selalu datang kapanpun dia mau, tak kenal waktu. Selalu enggan berlalu.
Sudah berapa malam kuhabiskan untuk mencoba membunuhnya. Membunuh perasaan yang terkadang seperti hujaman tanpa henti
Tapi rindu inilah yang selalu membawaku kembali padamu, Muara rinduku.
Selalu ada pagi yang membuat rinduku bangun lebih hebat, mengakar lebih kuat.
Tapi kini..
Tampar aku untuk sadar, merasakan rasa sesak yang tak kalah hebat ketika aku tahu akan ada berapa pagi yang harus aku lewati tanpamu
Rindu yang dulu membuat aku selalu suka berada disekitarmu, merasakan tekstur kulitmu, basah tanganmu, ritme jantungmu, aroma tubuhmu dan teduh matamu
Rindu yang dulu membuat aku selalu mengharapkan ada jalan terjauh menuju rumah, hanya untuk sedikit lebih lama denganmu, Lelaki yang tak kenal lelah
Rindu yang dulu membuat aku terpaku, sebelum melihat punggungmu hilang menjauh. Ketika kita sama-sama berpisah didepan rumah. Lalu rindu itu segera kembali mencakar-cakar hatiku lebih dalam lagi.
Kepadamu rindu ini akan selalu berlabuh, Peneduh serbuan gaduh.
Rindu yang dulu selalu aku ingin lahap habis ketika waktu mengizinkan kita bertemu. Yang membuatku ingin menyekap waktu lalu mendekap kamu. Membuatku ingin melihat waktu berhenti dan mati. Aku dan kamu bahagia abadi
Dan kini, Aku mati ditangan rinduku sendiri...
"Cepat pulang, cepat kembali jangan pergi lagi...."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar