Senin, 31 Desember 2012

Pernah Ada Kita Disini


Pernah ada kita disini

Dikursi-kursi ruang kelas, mencoreti mejanya hingga berbekas
Lalu kutulis namamu disana, dan kamu menggambar wajahku juga.
Pada gambarmu aku pernah menyimpan benci pada wajahku sendiri
Hasilnya pasti selalu mirip babi.

Pernah ada kita disini

Di kursi-kursi panjang ruang makan, menikmati menu makanan yang tidak pernah berubah
kadang kurang asin, kadang kurang banyak.
Ah aku rindu adegan dimana selalu ada coklat pasta dan air minum botolan
aku rindu berlari kecil lalu menghampirimu memberikan minum itu
aku rindu tatap genitmu yang mencariku
aku rindu melakukan ini bersamamu


Pernah ada kita disini

Di gazebo-gazebo parkiran, yang menjadi banjir ketika hujan
Pada kayu yang menjadi saksi bisu,
Masih ingatkah tentang senyum-salah-tingkah itu?
Atau ingatkah sebuah pinta tentang rumus matematika ?
Ah, kau pasti ingat. Aku tau, dalam diammu kau memerhatikanku yang malu-malu.

Pernah ada kita disini

Diatas rumput-rumput taman, diantara teduhnya pepohonan
Disana pernah ada sesuatu yang kita kenang
tentang air mata pertengkaran, kau terus disampingku hingga aku bernafas dalam tenang


Pernah ada kita disini
Di setahun yang lalu, ditempat kita pernah menimba ilmu
Ditempat dimana Tuhan membuat kita di pertemukan
Ditempat kita membuat sejuta kenangan
Ditempat dimana aku tau segala tentangmu
Ditempat ini, ditempat dimana aku pertama kali menyimpanmu, dihati dan nadi.



*ingetkan, Fauzan ?

Sabtu, 29 Desember 2012

Berhenti pada lamunan diatas kasur, tiga puluh menit lebih dua puluh satu detik berlalu begitu saja.
membiarkan hati mati diantara ribuan tanda tanya dan ke-mengapa-an yang hingga kini takku temukan jawabannya. 
Lalu sakit yang begitu sangat menghampiri begitu saja. 
Genangan air tumpah tanpa aba-aba. 
Hidup memang dinamis, begitupun hati. 
Namun, kala aku tidak lagi melihat pupil mata yang membesar ataupun senyum hangatmu ketika kita bersama, aku tau, kenyamanan bersamaku sudah tidak lagi seperti dulu. 
Aku tau begitu banyak rasa yang sudah terkikis waktu dan sikapku. 
Apa yang belum aku tau ? aku berusaha meyakinkan aku bahwa sebenarnya rasa itu masih ada dalam dirimu
Hingga semalam tadi aku membiarkan bulir-bulir itu mengalir tanpa alasan aku menangisimu yang sudah terasa sangat jauh..
Jauh, tidak dalam hitungan jarak bermil-mil yang selama ini senang bermain ditengah-tengah kita.
Jauh, ketika aku menyayangimu yang sudah tidak banyak menyayangiku 
Jauh, ketika keinginan berjuang untuk memenangkan cerita ini semakin menipis
Jauh, ketika aku sudah tidak melihat lagi kupu-kupu diperutmu
Jauh, ketika pertanyaan-pertanyaanku tentang"sudah shalat" 'lagi apa?"  atau "bagaimana harimu?" hanya pertanyaan lalu yang sepertinya sudah enggan kau jawab.
Kemana kamu pergi ?
Disini hati masih ingin kamu diami
Duduklah sejenak, kita bicarakan apa yang sudah seharusnya kita bicarakan.
Selama ini kita membiarkan masalah banyak menggantung, tanpa penyelesaian hingga titik ahir dan begitu banyak jarum tanda tanya yang terlahir.

Maka, beri aku tanda. Aku butuh tau rasa itu masih ada...


"Can we go back to the days our love was strong, can you tell me how a perfect love goes wrong. Can somebody tell me how to get things back the way they use to be. Oh, God give me a reason im down on bended knee"
"Jadi, cara sayang aku yang bagian mana yang masih salah ?"

Kamis, 27 Desember 2012

"Mengecup asa, mengecap rasa
Hidup bersamamu, keajaiban adalah nyata"

Rabu, 26 Desember 2012

Tentang Pukul Tujuh Pagi Ini....



Di peron stasiun pagi ini
Diantara dinding-dinding yang siap menyambut sepi
Aku menimang detik-detik yang siap menjemput jarak
Mengembalikanmu pada tempat yang bermil-mil jauh disana

Pada pukul tujuh pagi ini
Aku mempersiapkan hati
Membiarkannya pasrah diperkosa rindu yang siap menghinggapi
Setelah kereta itu tiba, membawamu pergi..

Kepada mata yang dipaksa untuk terus menatap punggung gerbong sampai hilang
Kepada aku yang berusaha mengangkat kepala dan melambaikan tangan
Kepada air yang ahirnya turun juga..

Di peron ini aku pernah melepasmu, untuk nanti menjemputmu kembali
Semoga <3
"Aku ini ceroboh, keras kepala dan akan terus sayang kamu"

Rabu, 12 Desember 2012

Yang Tanpamu.


Ada kaset di dalam otakku, yang siap me-rewind apa-apa saja yang menjadi rekaman lalu

Me-rewind, baju apa yang aku pakai ketika aku melewati kursi dimana aku pernah duduk menunggumu pada kencan pertama disatu hari setelah minggu

Me-rewind lengkungan dibibir yang terlukis ketika jantung berdegup manis

Me-rewind setiap kata yang kamu ucapkan, dibawah langit setelah hujan reda

Me-rewind satu tingkahmu yang sengaja membawa tiket parkir dengan sekejap aku tersihir dan senyumku terukir

Me-rewind ..

Me-rewind " Jodohku, bangun. katanya mau belajar" ketika pelajaran siang itu tidak menarik dan aku tertidur begitu saja di dalam kelas

Me-rewind satu malam dimana kakiku pernah benar-benar bergetar dan kaulah alasan dari segala debar

Me-rewind kamu yang tidak pernah jauh sehastapun ketika aku sakit

Me-rewind setiap sentuhanmu yang membuatku hangat ketika udara dingin

Me-rewind aku yang selalu merasa aman dimanapun aku berada ketika disekitarku kamu ada.

Dan pada saatnya aku sadar, ini ulah rinduku yang sudah menjalar seperti lahar..
Satu yang perlu kamu tau, aku benci melakukan ini, lagi. Tanpamu.



Sabtu, 08 Desember 2012

"Kaulah kalender surga; tanggal bahagia, bulan penuh cinta dan akulah pengendara rasa tanpa jeda"

Jumat, 07 Desember 2012

Rabu, 05 Desember 2012

Cause you are my undone story...

Cerita itu kamu, aku dan Tuhan titik, yang lain cukup jadi penonton lalu mengamini setiap adegan yang kita mainkan. Biar Tuhan yang buatkan cerita yang menempatkanmu pada titik terakhir dalam hidupku. Semoga saat mereka sedang mengudarakan doa-doanya, malaikat tidak sedang memakai headset dan Tuhan tidak lagi mendengar lagu-lagu hardcore dengan volume maksimal.
Dan pada saatnya nanti doa-doa menyentuh kenyataan, aku ingin membukukan kita agar dunia tahu aku pernah sangat bahagia. Sangat bahagia.

Karna kamu buku yang tidak ingin aku temui halaman belakangnya, buku yang membuatku hapal diluar kepala setiap huruf yang ditulis disana, buku yang membuatku selalu ingin membacanya kembali, buku yang begitu lekat dalam laci memori.


Karna kamu rindu yang tidak pernah usai, rindu yang memilih jalan terjauh menuju rumah, rindu yang berharap ada banyak lampu merah, rindu yang memaksa mata untuk terus menatap punggungmu hingga benar-benar menghilang.


Karna kamu pelukan hangat yang selalu aku nanti, pelukan yang selama ini mewujud dalam mimpi, pelukan yang kelak akan kutemui setiap aku memulai hari. didekapmu nanti aku ingin merasakan mati dalam abadi.



Karna kamu cerita yang tak pernah selesai, meski waktu berhenti memuai.



"Andai boleh aku memilih kemana akan kembali memutar waktu, aku akan tetap memilih ke bagian dimana aku menemukanmu"

Selasa, 04 Desember 2012

Sebelum ada kamu.


Sebelum ada kamu, tawa tidak pernah selepas ini.
gelak tidak pernah mentransformasikan dirinya menjadi bahak
dan tanpamu aku hampir menjadi bangkai yang siap dimakan gagak


Sebelum ada kamu, wajah tidak pernah semerona ini
seperti ada tomat dibalik kulit pipi, yang terus memerah tanpa henti
dan denganmu, bahagiaku tak kenal mati


Sebelum ada kamu, denyut jantung tidak pernah semerdu ini
seperti mahakarya sebuah orkestra
rasaku mengalun disela hati tanpa jeda 


Sebelum ada kamu, rindu tidak pernah sebrengsek ini
ada perih yang terus mengakar, mengalir seperti lahar
jauh darimu, ada bagian dari hatiku yang memar


Sebelum ada kamu, cinta tidak pernah setulus ini
menikmati rasa yang tak pernah berhenti
seperti menari diantara konstelasi pelangi
dan melihatmu bahagia, seperti ada bagian dari doaku yang mewujud nyata


Sebelum ada kamu, aku pernah mati dalam lalu

Rabu, 14 November 2012

SATU TEMPAT, UNTUKMU SAJA

Ada tempat diantara rongga-rongga rusukku, warnanya kemerahan. 
Entah muda atau tua.
Mereka bilang bisa menjadi penawar racun, yang membantu kerja sistim imun
Mereka bilang disana tempat mengubah glukosa yang menjadi cadangan gula
Mereka bilang disana dalam, lebih dalam dari palung mariana.
Mereka bilang disana tempat terapuh, ketika yang datang hanya separuh
Mereka bilang disana taman bunga, ketika cinta mulai menyapa
Mereka bilang disana tempat ter-warna-warni, hampir mirip seperti lengkung pelangi

Aku bilang disana kamu, alasan mengapa bisa ada rindu
Aku bilang disana kamu, alasan mengapa denyut jantung menjadi merdu
Aku bilang disana kamu, alasan mengapa bisa lebam dihajar pilu
Aku bilang disana kamu, alasan mengapa yang lain hanya lalu
Aku bilang disana kamu, alasan mengapa luka dan cinta bisa menyatu







-Satu malam ketika rindu menyerang lagi-


Sabtu, 10 November 2012



Kutulis namamu disetiap kaca yang berembun
Agar hujan tau, lelaki mana yang menghuni pikiranku ketika aku melamun

Minggu, 04 November 2012



Aku tidak pernah ingin melihat kereta kita hari ini berhenti,
yang aku ingin waktu bisa tetiba mati abadi.
Friday, 26 October 2012
Kereta. Ibukota. Kita



Mungkin nanti, lima puluh tahun lagi
kau dan aku akan bergandeng tangan
saling menemani check up kesehatan

Mungkin nanti, berpuluh-puluh tahun lagi
kita akan bersama ke toko mainan
bingung cari hadiah untuk cucu kesayangan

Mungkin nanti, berpuluh-puluh tahun lagi
entah kau memakai kursi roda
atau berjalan memakai tongkat
aku akan selalu berada selangkah dari tempat kau melangkah

Mungkin nanti ketika aku menua bersamamu

Kamis, 18 Oktober 2012




I remember days and nights were never cold 
Had you in my life, I had you there to hold 
And I remember love warm as a summer day 
But I lost you 
And I lost my way 
Now I'm in the rain 
Begging you please, please 
Baby, won't you show me the way back to your heart 
Let me see a sign to know if I'm close or far 
Lead me back to the road 
That leads back to your arms 
Every night another lonely street 
I walk down alone 
Searching for a light 
Your light to lead me home 
Leave a candle in the window 
And let it shine for me 
Take my hand and take these tears away 
I can't take the pain 
I'm on my knees begging you please 

Take my hand 
Take me in your arms 
I'm out in the dark 
Down on my knees, begging you please 




Sayang, bawa aku pulang....

Rabu, 17 Oktober 2012



Tuhan, tak sakitkah Kau melihatku tersiksa seperti ini ?
Lalu Tuhan, bolehkah aku memintamu untuk membawaku kembali, kembali pada lintasan itu ?
Tuhan.. tolong, aku mati dalam rasaku sendiri

Sabtu, 29 September 2012

"Sedang membayangkan ada disisimu saat ini. Menemanimu menghabiskan hari. Membantumu mengerjakan sesuatu yang kamu keluhkan sedari tadi. Mengusap keringatmu yang pasti mengalir karna panasnya udara ibukota dan lalu membiarkanmu menyandarkan semua lelah itu di pangkuanku. Memerhatikan pulas tidurmu, menikmati wajahmu, teduh mata itu. Ada disana. Aku ingin"

Senin, 24 September 2012

Tolong, Bunuh Waktu!


Ketika proyeksi mataku menangkap lagi nyata wujudmu, lengkung senyum itu, jejer gigi yang tidak berkawat lagi. Tolong, bunuh waktu!

Ketika indera penciumanku menemukan lagi aroma favoritenya, menguar bercampur dengan oksigen yang ku hirup, dua senyawa yang tetap membuatku hidup. Tolong, bunuh waktu!

Ketika telingaku mendengar lagi suara yang menggetarkan hati, renyah tawamu, candaan-candaan itu, cerita kehidupanmu. Tolong, bunuh waktu

Ketika sentuhan-sentuhan rindu itu mendarat di kulitku, melonggarkan sesak nafas yang selama  ini bersarang di peparu. Lepaslah dahagaku yang tadinya haus akanmu. Maka tolong, bunuh waktu!


Ketika tak sedetikpun ingin ku lepas lingkar lenganku saat aku tau kita harus kembali mengalah pada jarak, membiarkan lagi rindu itu meledak. 
memaksaku untuk melihat kalender, menghitung lagi berapa hari yang harus aku lewati dengan keadaan sesepi ini. Tanpamu. Tolong, bunuh waktu!

Dan, tolong bunuh waktu sebentar saja ketika aku selalu merasa tak pernah cukup menghabiskan rindu bersamamu






P.S: Dan seperti inilah sayang, rinduku disini selalu kelewat brengsek

Sabtu, 22 September 2012



"Kelak, tidak akan ada jarak sehasta pun diantara kita dan aku, ingin merenda hari tua di didekapmu saja"

Kamis, 20 September 2012




"Then, you are the first that i see when i wake up, and the last that i kiss before i fall asleep"
Kepadamu,  Lelaki yang ku cinta dikilometer tanpa nama


Sekali lagi, menikmati malam berselimut jarak bermil-mil jauh darimu
Entah, sudah berapa malam yang aku lewati dengan waktu yang terasa melambat seperti ini
Seperti adegan slow motion dalam film action
Perlahan membunuh, menyekap jantungku dalam keluh

Kamu tau, aku mulai berdarah merinduimu
Mencoba memutar jarum jam yang terasa mati dalam pejam

Maka, sebelum aku terbunuh sepi
Terlalu menikmati dinding-dinding sunyi

Segeralah kembali, Hati



Bandung, 20 September 2012






"Nanti, ketika kita satu dalam pelukan. Aku harap bukan aku atau kamu yang terlebih dulu melepaskan. Biar Tuhan saja yang lakukan"

"Ada kita, ketika aku memejamkan mata... lalu berdoa"

Senin, 17 September 2012



...Setelah pertemuan, aku kembali sendiri. Di kotaku. Kamupun kembali ke kotamu. Ada rindu yang belum sempat tersampaikan....



Aku hanya ingin dipelukmu sehari saja
Jika dan hanya jika jarak membuatku tak mampu lagi untuk bertahan
Jika dan hanya jika esok adalah ahir dari sebuah penantian
Jika dan hanya jika rambutku mulai rontok dan beruban
Jika dan hanya jika aku sudah tak mampu lagi untuk berjalan
Jika dan hanya jika usiaku sudah bersanding dengan kematian
Jika dan hanya jika sesederhana itu aku ingin berada dalam dekapan
Aku hanya ingin dipelukmu...


...Mungkin kelak, kita akan bertemu pada sebuah tempat yang biasa kita sebut Rumah yang selalu kita idam. Lalu kita akan menetap disana hingga usia kita padam.



-Untukmu, Lelaki yang ku cinta di kilometer tanpa nama-



Sabtu, 08 September 2012

Rabu, 05 September 2012



"Karna menjadi halal bagimu, adalah tujuan ahir dalam hidupku...." 

Karna jarak, ada rindu yang meledak



"Akhirnya, bagai sungai yang mendamba samudra
Ku tahu pasti kemana kan ku bermuara
Semoga ada waktu sayangku..."



Seperti air yang tidak pernah berhenti mengalir, seperti itu rinduku yang tidak pernah berhenti terukir. Disini. Rumah dimana aku selalu ingin kamu kembali. Hati
Rumah yang di dalamnya sudah aku buatkan sofa nyaman untukmu, untuk merebahkan semua lelahmu. Rumah yang selalu aku harapkan menjadi tempat yang pertama kamu cari ketika tidak tahu harus kemana melangkah lagi pergi.

Seperti udara yang terus ku hirup. Seperti itu rinduku yang tetap hidup.
Terkadang melegakan, tak jarang sesak juga menyempitkan pernafasan.
Mengacak-ngacak seluruh aku, tak karuan
Ya, sesak.. 
Rindu selalu datang kapanpun dia mau, tak kenal waktu. Selalu enggan berlalu.
Sudah berapa malam kuhabiskan untuk mencoba membunuhnya. Membunuh perasaan yang terkadang seperti hujaman tanpa henti
Tapi rindu inilah yang selalu membawaku kembali padamu, Muara rinduku.


Selalu ada pagi yang membuat rinduku bangun lebih hebat, mengakar lebih kuat.
Tapi kini..
Tampar aku untuk sadar, merasakan rasa sesak yang tak kalah hebat ketika aku tahu akan ada berapa pagi yang harus aku lewati tanpamu

Rindu yang dulu membuat aku selalu suka berada disekitarmu, merasakan tekstur kulitmu, basah tanganmu, ritme jantungmu, aroma tubuhmu dan teduh matamu

Rindu yang dulu membuat aku selalu mengharapkan ada jalan terjauh menuju rumah, hanya untuk sedikit lebih lama denganmu, Lelaki yang tak kenal lelah

Rindu yang dulu membuat aku terpaku, sebelum melihat punggungmu hilang menjauh. Ketika kita sama-sama berpisah didepan rumah. Lalu rindu itu segera kembali mencakar-cakar hatiku lebih dalam lagi. 
Kepadamu rindu ini akan selalu berlabuh, Peneduh serbuan gaduh.


Rindu yang dulu selalu aku ingin lahap habis ketika waktu mengizinkan kita bertemu. Yang membuatku ingin menyekap waktu lalu mendekap kamu. Membuatku ingin melihat waktu berhenti dan mati. Aku dan kamu bahagia abadi

Dan kini, Aku mati ditangan rinduku sendiri...



"Cepat pulang, cepat kembali jangan pergi lagi...."




Senin, 03 September 2012


"Akan datang masanya dimana pelukan kita lebih pekat daripada sekedar erat. Maka saat itulah kita menertawakan jarak..."
 
"Jika esok adalah ahir dari semua masa, aku rela menukar dunia agar bisa bersamamu sedetik lebih lama" 

Kamis, 16 Agustus 2012





"....Akan datang masanya nanti, dimana namamu akan melingkar manis dijari manisku"

Rabu, 08 Agustus 2012


Sesederhana ini



Ga pernah tau kemana semua aliran ini akan bermuara. Menentukannya, bukan semudah menemukan hasil 1+1= 2, yang aku tau kamu itu satu dengan nilai tak terhingga.
Menikmati setiap detik yang dengan sederhana diputar waktu, mencium aroma khas tubuhmu, memikirkanmu lalu menuangkannya disini..
Sesederhana mengetik huruf 'A', sesederhana itu kamu hidup dalam huruf setiap tulisan yang aku tuang disini.
Entahlah, hingga saat ini aku belum menemukan alasan mengapa aku betah menyandarkan bahu lalu memikirkanmu. Hingga lupa waktu.


Sesederhana aku selalu merindukan aroma tubuhmu. Bukan, bukan parfume. Aroma, merk wewangian mewah yang gapernah ada dipasaran. Hanya di tubuhmu, di tengkuk lehermu. Menyeruak memasuki nadi dan pikiranku, ku sesap lalu ku simpan di memori yang hampir meluap. Sesederhana itu alasanku mengapa berjam-jam bersamamu selalu terasa kurang. Bahkan seharian. Kurang dan selalu berharap waktu bisa lumpuh dan mati selamanya. Menahan aku yang nyaman berada hanya se-inci darimu. 


Sesederhana aku menyukai gerak jakunmu. Ketika kamu menelan ludah, ludah cemburu. Aku tau..
Hari-hari yang kita lompati membuatku tau. Kamu, lelaki ter-abu-abu. Menebak-nebak setiap sikap dibalik 'iya, gapapa ko:)'-nya kamu. Itu caramu mengekspresikan kekecewaan yang selalu datang terlambat. Membuat keadaan menjadi terlihat sangat baik-baik saja. Padahal disitulah letak bahayanya. Sulit. Sesederhana itu aku tidak ingin melihatmu sakit lagi.

Sesederhana aku memejamkan mata, melihat beribu kamu muncul dalam fatamorgana. Tersenyum tanpa sebab setiap mengingat hal kecil yang hanya kamu yang bisa melakukanya. Merasakanya lagi hari-hari itu. Hari-hari dimana kamu selalu berhasil membuatku jatuh dalam dan lebih dalam lagi setiap paginya. Seperti hipnotis yang membawaku pada alam bawah sadar. Sesederhana itu kamu membuat debar.

Sesederhana aku membuka diaryku, menelusuri lagi apa yang pernah terjadi. Pahit, manis, kecut, asin. Kamu, paket lengkap. Dimana bahagia dan luka bisa berjalan pada satu lintasan. Dimana rasa dan mati rasa bisa hidup dalam satu ruang lingkup. Dimana sayang dan kecewa bisa berdampingan dengan gandeng tangan. Sesederhana itu mengapa aku masih sanggup bertahan


Sesederhana aku yang memerhatikanmu, ketika detik senang memutarkan detaknya untuk kita. Kamu hanya akan membeli air minum gelasan ketika makan siang tiba, atau memintaku untuk membelikan air minum botolan. Dikilometer tanpa nama nanti, jangan lupa untuk banyak minum, ya? 
Tidak akan makan siang jika ada saus dalam lauknya dan beberapa kebiasaanmu yang sudah melekat baik disini, dilaci memori. Sesederhana itu aku merekam jelas tingkahmu


Sesederhana mengulang kata 'kamu' disetiap bait yang ku tumpahkan disini, semudah itu aku jatuh cinta disetiap jalan yang sulit untuk diduga. Segala yang aku lakukan denganmu itu seperti candu pada alinea rindu,  seperti doa yang terus diulang tanpa jeda. Sesederhana itu cintaku jatuh berkali-kali pada hati sebesar bumi

Sesederhana mengucapkan 'Selamat malam kamu'. Sesederhana aku masuk dalam ruang mimpi. Bertemu kamu yang enggan beranjak pergi, menebak-nebak bunga tidur apa yang Tuhan kasih malam ini. Membangun sebuah khayalan. Kepadamu, aku menyimpan harapan akan masa depan. Sesederhana itu aku ingin segalanya mewujud nyata.



Hanya sesederhana ini, caraku mencintaimu 
Jarak itu menguji diri sendiri, sejauh mana sanggup menjaga hati.
Berusaha menepati, bahkan tanpa perlu berjanji.
-Karizunique-

Selasa, 07 Agustus 2012


Aku hanya ingin dipelukmu....


Aku hanya ingin dipelukmu, Sayang
Ketika aku lelah menghadapi segala masalah dan menyandarkannya didadamu mendengar degup jantungmu meluruhkan semua lelahku

Aku hanya ingin dipelukmu, Sayang
Ketika aku pergi terlalu jauh, bertemu segala keluh
dan hanya dilingkar lenganmulah rasa takutku luluh

Aku hanya ingin dipelukmu
Ketika jarak sudah mulai mereggangkan kita 
Menyemukan segala rasa yang ada
Membalut rindu dengan luka

Aku hanya ingin dipelukmu
Merasakan tekstur kulitmu, aroma tubuhmu, desir darahmu
yang menghangatkan aku

Aku hanya ingin dipelukmu
Menghabiskan masaku bermetamorfosis menjadi renta
Menikmati setiap usap lembut tanganmu dikepala
Hingga aku menutup mata dengan bahagia

Dan dipelukmu nanti akan ku nikmati sampai mati

Jumat, 03 Agustus 2012

"Aku tidak akan memilih yang lebih baik ketika aku tau saat ini aku sudah hidup bersama yang terbaik"

Minggu, 29 Juli 2012

Sabtu, 28 Juli 2012

"Hari dimana aku berhenti mencintaimu adalah hari dimana aku mati di tangan waktu"
"Jika kamu adalah sebuah bintang, sedikitpun aku tak menginginkan ada siang"

Jumat, 27 Juli 2012

"Bahagia tanpa sebab adalah duduk disampingmu dan tertawa sampai sembab"

Kamis, 26 Juli 2012

Rabu, 25 Juli 2012

Aku mencintaimu di akhiri titik, tanpa koma. Kuserukan dipikiran, kukurung dalam hati dan tak pernah ada tanda tanya.





Hatimu semak belukar akulah kupu-kupu liar hidup diantara akar-akar debar
Hatimu bentang samudra pemulih ketika rindu mendera sumber dari rasa yang membara
Hatimu sungai mengalir diarusmu senyumku terukir penghilang ragu dan segala getir
Hatimu palung terdalam didalamnya aku tenggelam menyelam diantara rasa yang tak pernah padam
Hatimu lengkung pelangi menaungi bunga-bunga musim semi alasan bahagia tanpa tepi
Hatimu tetesan hujan jatuh membasahi harapan lalu tumbuh subur menjadi kenyataan
Hatimu pusat bumi, tak pernah berhenti berotasi mengelilingi hari mimpi dan hati


Hatimu. Rumahku.



Rabu, 04 Juli 2012

"Dia itu gasayang kamu. Dia cuma orang yang perhatian, gaperlu berharap"

Sabtu, 30 Juni 2012


    "I vow to help you love life
   To always hold you with tenderness
   And to have the patience that love demands
   To speak when words are needed
   And to share the silence when they are not
   And to live within' the warmth of your heart
   And always call it home"

Rabu, 27 Juni 2012


Untitled....




"..Kita telah lewati, rasa yang pernah mati
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari, jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku
Saat ku tertatih tanpa kau disini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini..."
Seluruh nafas- Last Child Ft Gisella

Udah hampir masuk tahun pertama kita sama-sama dalam keadaan kayak 'gini'. Bahagia. Udah itu aja.
Karna hidup sama kamu ahir-ahir ini adalah kebahagiaan yang paling sederhana. Segalanya sederhana tapi mahal. Kayak butiran debu seharga berlian. Gitu.
Banyak persimpangan yang udah kita lewatin, banyak rasa yang udah kita cicipin, banyak sakit yang berhasil aku sembuhin.
Gatau apa alesannya aku bisa bertahan sampe hari ini. Disini. Sama kamu.
Padahal...
Inget ga sih berapa kali aku bilang buat nyoba pergi dan lepas dari kamu ? 
Ngeakhirin perjalanan yang kadang kerasa sulit ini ?
Atau ngejalanin segala ke-pura-pura-an tanpa kamu ?
Sering !
Tapi apa faktanya, selalu ada jalan yang nuntun aku buat kembali..
Kesana, Hatimu. Hunian ternyaman abad ini.
Gatau emang jalannya kayak gini atau aku yang emg gabisa lepas atau kamu sebenernya siluman medan magnet ? Gatau.
Karna detik sama kamu itu selalu terasa mewah. Mau keadaannya lagi ga baik-baik ajapun aku ga tega kalau harus di sia-sia-in. h3h3h
Satu tahun pertama. Bukan, aku bukan ngitung2 masa kita deket atau mau bikin keadaan berasa pasangan yang inget-inget aniversary hubungannya. Dari awal kita kenalpun aku tau kamu orang yang menyenangkan.
 Sampe sekarang kamu ga berubah dan tetep menyenangkan.
Aku masih yakin, bakal selalu ada jalan untuk kita.
Kalau nanti emang jalan kita bercabang dan maksa kita buat jalan masing-masing. Makasih untuk selalu menyebut namaku disetiap doamu <3
Makasih, Makasih. Kekasih ({})



Ps: You really got me again  now

Minggu, 24 Juni 2012


Kamu pernah menjadi utaraku, bahkan medan magnet terbesar akar dari segala debar
Kamu pernah menjadi hulu dari hilir segala getir dan senyum dibibir
Kamu pernah menjadi hutan harapan yang menyesatkanku dalam doa sejuta kenyataan
Kamu pernah menenggelamkanku di palung hati tempat dimana aku selalu ingin kembali
Kamu pernah menjadi semesta, impian dari segala damba
Kamu pernah bersarang di otak lalu turun dan menyatu pada detak
Kamu pernah menjadi yang pertama yang membuat kedua, ketiga dan setelahnya tak pernah ada
Kamu pernah menjadi penghuni mimpi, dimana keindahanmu tercipta abadi
Kamu pernah menjadi masa dimana aku ingin terjebak didalamnya

Aku pernah menjadi sempurna yang diirikan seluruh semesta, hanya karna...
Kamu ada :)









Jumat, 08 Juni 2012

Trip to UI. Trapped in memory



Rabu, 17 Desember 2012,

Ini perjalanan yang paling tersegalanya. Jalan-jalan terjauh bareng sekolah dan juga kamu. 
Bangun dengan sms "mau bareng kesekolahnya ?" . Ah its the best way to wake up and start a wonderful day.
Aku mandi dan siap-siap, kamu mau jemput :)
Entah ini pagi dibumi atau dipinggiran surga, kamu selalu tau bagaimana menghidangkan cara terbaik untuk jatuh cinta.
Agak sedikit ragu buat bilang sama Bunda, karna dijemput kamu pagi ini. Tapi entah, mungkin pagi ini Tuhan menginginkanku bahagia secara sempurna. Bunda langsung ngizinin dan memintaku untuk pulang denganmu lagi. Its the first time that i got the green light!


Pukul 7:20..


Suara motormu sudah kudengar dari kejauhan, ah atau ini hanya debar dari hati yang dijatuh cintakan ? Bergetar...
Dibarengi dengan itu led biru di selulerku menyala, menandakan kamu yg ada dibaliknya. Satu pesan darimu waktu itu, "Aku udah didepan!"
Aku tersenyum, dan debar dada yang makin tak beraturan ini sulit aku tangkap.
Aku membuka pintu gerbang dan berusaha melipat senyum saltingku. Kamu datang, dengan cengiran khas dan menunjukan jejer gigi yang masih terikat kawat. 
Silau, mungkin itu alasan matahari agak teduh pagi itu dia menyerah untuk melawan sinarmu yang terkadang lebih mempesona dari lembayung senja. 
Itulah kamu dan inilah aku, entah hanya denganmu saja aku begini. Tertawa tanpa sebab juga henti.


Aku menaiki motormu dan pamit pada Bunda yang mengintipi kita dari balik jendela "Bun, pergi dulu. Assalamualaikum" Bunda membalasnya "Iya, hati-hati yaa" . Lihat, Bunda. Anakmu pergi dengan hati-hati bersama lelaki pengisi hati. 
Pagi di bumi tak pernah seindah ini...




Kami tiba disekolah. Bus yang akan mengantarkan kami untuk Study Tour hari itu sudah siap di depan gerbang. 
Aku, dengan segala bahagia yang mulai menggumpal di pipi menjadikannya merah merona dan senyum yang enggan sirna, membuat mereka tersenyum juga "ciyeee.. pagi-pagi udah senyam senyum. Ceritaaa ?!" ah mereka terlalu tau aku untuk pura-pura tidak tau. Mereka pasti iri mendengar bahagiaku pagi ini. Iya, entah mengapa ada kebanggaan tersendiri ketika aku denganmu, semesta meng-iri-kan-ku yang ada didekatmu. Makhluk mana yang tidak menginginkan hidup hanya sejengkal dari kebahagiaan ?
Itu sebab, mengapa aku tidak pernah ingin menyia-nyiakan detik bersamamu.
Akhirnya mereka tau, aku berangkat pagi sama malaikatsurga  kamu. 
Benar dugaanku, apa yang mereka katakan dibarengi iri yang tak berkesudahan "ciyeeeeee seneng banget pagi-pagi udah dibikin seneng" (kata twitter, "ciye" itu akar kecemburuan hehehe )
Tapi aku bersyukur, sekali lagi. Begitu banyak mata yang menangkap kebahagiaan kita, membantu mengamini setiap harap dan segala doa, terkadang mereka tak kalah sedih ketika kita tidak sedang baik-baik saja.




Para guru sudah meminta kami untuk berkumpul, untuk sejenak berdoa agar perjalanan hari ini lancar. Setelah itu kami menaiki Bus yang cukup luas. Aku memilih tempat dudukku sebelah kanan, dekat jendela. Aku suka menikmati pemandangan dengan headset melekat di telinga. 
Bissmilah, Bus-pun melaju bersama hingar bingar mereka; yang sibuk dengan teman-teman ternyamannya, yang sibuk dengan jepretan kameranya, yang sibuk dengan playlist musiknya, dan... yang sibuk dengan kekasihnya masing-masing
Hingga.... akhirnya terlelap dengan sendirinya. Aku masih menikmati pemandangan, musik, dan bahagia pagi ini 


Pukul 11:30..


Akhirnya kami tiba di Universitas Indonesia, sebelum sampai sini kami mampir ke rest area dipinggiran jalan tol tujuan Depok.
Untuk sekedar buang air kecil hingga beli makanan kecil.
Udara disini pengap bukan main, seperti ada diskriminasi keleluasaan bernapas. Sumpek.
Setelah Bus benar-benar terparkir rapi, kamipun turun. Mencari mushala dan kantin, kebetulan sudah waktunya shalat dan makan siang.
Aku bersama mereka mencari kantin dan memesan makanan, mencari tempat duduk ternyaman. Setelah makan siang selesai, aku menuju mushala dan shalat, tak lupa doa dan syukur terucap tanpa henti atas apa yang terjadi hari ini.
Lalu, handphoneku berdering... "Segera kegedung *lupa nama gedungnya* kalau sudah shalat dan makan" kata sumber suara jauh disana yang entah siapa karna nomernya tidak tersimpan di kontak selulerku.
Agenda kami disini adalah mendengarkan promosi salah satu Fakultas di Universitas ini. Kami memasuki ruangan besar dengan kursi-kursi rapih. Kedatangan kami disambut oleh beberapa mahasiswa dari Fakultas ini. Dan... satu lagi kebahagiaan kecil yang  sangat besar, ruangannya ber-AC! puas-puasin deh nafas, sudut pinggiran Ibu Kota mana lagi yang masih nyediain udara sesejuk ini. Nyaman banget. 
Aku memilih tempat dudukku; dibelakangmu .
Satu jam berlalu, promosi fakultaspun selesai. Para guru mengizinkan kami untuk berkeliling. 
Aku dan mereka memilih mengunjungi danau. Iya, disini ada danaunya dilengkapi pohon-pohon rindang yang cukup meneduhkan. 
Kami mengambil beberapa gambar dan kamu datang. 
Dari jauh memang sudah tercium aroma surga..
Lalu kita foto berdua hihii, 



Dengan wajah kucel karna minyak yang mulai menggenangi pori-pori kulit, belum lagi vibrating hati yang ga henti-henti. Mereka mengambil gambar kita tanpa aba-aba. Tapi aku suka, Natural.




Pukul 16:00


Matahari mulai turun dari singgasananya, begitu teduh. Kami melanjutkan perjalanan menuju Monas di tengah-tengah Kota Jakarta. Disana ada Ayah yang sudah menungguku. Ya, aku mengabarinya kalau aku akan datang ke kotanya, hari ini. Aku memeluknya. Peluk rindu. 
Aku mengakatakan ini padamu "Ayah ada disini" sambil tersenyum, kamupun tersenyum dan entah mengapa aku membaca sesuatu yang ganjil. Kamu gugup(HAHAHAH). Kamu bilang "aku ke kamar mandi dulu ya" aku mengiyakan lalu kita berpisah di parkiran..
Aku masuk ke dalam bersama dua temanku yang lain, mereka membuntuti aku dan ayah dari belakang. Tiba-tiba... "Lar.. Adiem mana ?" Ngah!! pertanyaanya yang sedikitpun tak ingin ku dengar saat itu. Ada Ayah, selama ini dia tidak pernah tau sedikitpun tentang kami. Aku hanya belum berani menceritakannya. Aku takut dia marah..
Tapi, lagi-lagi Tuhan memang ingin membuatku bahagia hari ini. Ayah hanya tersenyum dan bilang "Adiem siapa ? pacar teteh ?" nyessssss! melelehlah hati yang ga karuan takut dimarahin. Its second green light :)
Aku hanya tersenyum dan salah tingkah karna bingung harus bilang apa "Engga, Yah. Kita ga pacaran. Ih kalian apaan sih!!"  
Aku hanya berusaha melipat semu merah diwajah dengan menoyor kepala salah satu dari mereka.
Mereka menertawaiku dibelakang...


Pukul 17:00..


Ayah pulang, aku sedikit menyesal karna belum sempat mengenalkanmu padanya. Saat itu kita memang sedang tidak bersama. 
Entahlah kamu pergi kemana sama siapapun aku gatau.
Tapi tak apa, memang belum saatnya, mungkin.
Aku mencarimu saat itu...
Menanyakanmu pada mereka yang sebelumnya pergi bersamamu.
Mereka bilang, kamu makan baso diluar. Baso! jauh-jauh kesini makannya baso lagi. Heran.
Aku menyerah! aku melipat kesalku dan bermain sepeda Tandem berkeliling disekitaran Monas bersama mereka...
Satu putaran....
Dua putaraan....
Ah ini seru! sayang gada kamu.




Matahari sudah mendatangi peraduannya, kemilau sinarnya menggagahi angkasa sore itu. Lembayung senja!
Ah satu lagi keindahan hari ini.
Dan akhirnya kamu datang lalu kita bersepeda dibawah petang. 
Dibawah naungan mega langit sore. It feel like heaven.... 
Aku berharap detik bisa memutarkan detaknya dengan sangaaaat lambat. Aku masih mau menikmati ini, dan putaran roda sepeda saat bersamamu, sebanyak itu aku berdoa mengharapkan ini bisa terjadi lagi.
Kita pernah merencanakan untuk menabung dan membeli sepeda berkursi dua itu kalau sudah di Bandung nanti. Aku masih berharap itu memang bisa terjadi.





18:00...


Ahirnya, matahari menutup mata lalu harinya. Sekarang gelap. Tapi taman kota ini masih bersinar. 
Malam di bumi tak pernah se-spektakuler ini atau aku hidup di bumi tak pernah sebahagia ini ? Iya, kamu yang pertama yang membuat kedua ketiga dan seterusnya tidak pernah ada.
Terpaksa kita menyudahi sepeda sorenya, mereka sudah memanggil kita untuk lekas masuk ke Bus dan melanjutkan perjalanan pulang..
Aku merebahkan kakiku.. Pegaaaaaaaaal.
Aku melihatmu dari kursiku, kamupun selonjoran di dashboard belakang Bus yang cukup untuk sekedar merebahkan badan.


Aku mengambil selulerku dan...


Me: Apalagi setelah ini ? hari kita masih panjang. Words never enough to describe how blithesome i was this day :)


Aku menengok kebelakang, melihat wajahmu yang dijatuhi cahaya selulermu dan terlihat siluet senyum dari kursiku.


Led biru!


Fauzan: Hahaha iya aku seneng banget hari ini, kapan lagi bisa kayak gini :">>


Me: Kata-kata emang selalu gapernah cukup kalau aku sama kamu :">


Fauzan: Every moment that i spend with you is the moment i treasure :)


Me: _*_


Sesederhana itu kamu selalu bisa bikin aku jatuh cinta.


Aku tersenyum, lalu mencari posisi nyaman untuk istirahat. Kalau hari ini adalah sebuah mimpi, sedikitpun aku tidak ingin bangun lagi.






23:00


Laju Bus melamban. Sampaaaaaaaaaaaaaaai!!
Aku terbangun, lalu turun dengan langkah yang masih gontai.
Sudah hampir tengah malam. Aku ingin cepat pulang.
Kamu menawarkan untuk mengantarku pulang. Penutup hari yang sangat manis 
Aku masih heran kenapa kamu gapunya sayap ? Baik bangeeeeeeeet :">>>
Perjalanan kita masih ada sekitar 5 Km lagi, ya perjalanan dari sekolah hingga rumah.
Itu kali pertama semalam itu aku pulang dan dianter lawan jenis. 
Aku menikmati angin malam, sepinya jalan, dan juga kita...
Tanpa terasa, sudah sampai rumah..


"Hati-hati ya dijalan, makasih buat senyum dan bahagia hari ini"
Aku turun dari motormu.
 "Iya, sama-sama :) langsung tidur ya, istirahat"
katamu, sambil menstarter motor lagi lalu pergi..
Aku masih berdiri didepan gerbang rumahku, melihat punggungmu menjauh dan benar-benar hilang. Itu yang selalu aku lakukan ketika kamu mengantarku pulang sebelum aku masuk rumah.




Aku menutup mata dan melipat hari dengan mimpi, It was wonderful journey ever i did <3








Terimakasih, Kamu. Lelaki yang pernah menjadi hulu dari hilir kepuasaan hati ({})





Kamis, 07 Juni 2012

        ".... You really really sorry. I know, You really really miss me. Eat that, Past!"

"....Dan kini hatiku menemui musimnya; Kemarau panjang"

Senin, 04 Juni 2012

Kepada Adam-ku..


Aku memutuskan untuk bertahan dilintasan ini, menunggumu kembali
kembali pada rasa akan asa yang pernah membara
kembali pada segala doa-doa bahagia
kembali pada masa dimana harapan adalah sesuatu yang lebih terang dari bintang, Sayang.

Adam-ku,
Entah aku harus menamai perasaan ini apa
Terkadang perjalanan ini begitu melelahkan juga menyakitkan
Sakit, tapi sungguh untuk sembuhpun aku tak mau
Sisi lainnya, perjalanan ini begitu berharga
Aku begitu menikmati perjalanan yang tanpa judul ini

Adam-ku,
Apa kabar kamu saat ini ?
Terkadang aku ingin tak mempedulikanmu lagi
Sisi lainnya, aku butuh kabarmu
Dan kenyataanya ini aku..
Untuk berhenti memikirkanmu saja aku tak mampu
Entahlah, Sayang. Rasaku sulit aku tebak.

Adam-ku,
Jika memang harus di akhiri, akhirilah.
tolong tegas, tolong jangan kembali
tolong jangan buat hatiku mabuk lagi.

Adam-ku,
Sungguh aku pernah sangat menyayangimu
Tapi kini rasaku hilang menguap
Aku terlalu jauh tersesat dilabirin hatimu
Kini, aku lelah dan mati payah



Kamis, 24 Mei 2012

I Dont Want To Miss A Thing



I could stay awake, just to hear your breathing
Watch your smile while you are sleeping
while you're far away and dreaming
I could spend my life in this sweet surrender
I could stay lost in this moment forever
Every moment spent with you is a moment i treasure

I don't wanna close my eyes, i don't wanna fall asleep
Cause i'd miss you babe, and i don't wanna miss a thing
Cause even when i dream of you, the sweetest dream would never do
I'd still miss you babe, and i don't wanna miss a thing


Lying close to you, feeling your heart beating
And I'm wondering what you're dreaming
Wondering if it's me you're seeing
Then you kiss my eyes, and thank God we're together
I just wanna stay with you in this moment forever
Forever and ever...

Senin, 21 Mei 2012





"Memang, kamu yang kuinginkan untuk menua bersama. Tapi, dalam rona bahagia. Bukan sedih dan bertahan menahan luka. "

Semoga hanya air hujan saja yang turun bulan ini, yang lain jangan :)


Terirama Kasih, Untuk Ribuan Berkah Hari Ini


1. Terirama kasih, untuk Allah yang tidak pernah ngantuk apalagi tidur, yang senantiasa meluruskan arah yang salah, menjawab pertanyaan dari kenyataan yang terkadang sulit di telan, mendengar dan mengabulkan segala doa dan pengharapan.

2. Terirama kasih, untuk kamu yang ada terus. Dari aku bangun tidur sampai aku tidur lagi. Semoga kamu ada terus sampai aku tidur dan ga terbangun lagi. Yang mau nemenin aku kemana-mana, yang mau direpotin, yang mau bantu aku. Yes you are the one and only that always beside me when anyone else are not. as ever as you said "ill be standing right next to you" . I trust you :)

3. Terirama kasih, untuk orang-orang yang tidak pernah lelah untuk mendoakanku. Nenek, misalnya. Terimakasih untuk doamu pagi ini, Nek. Dompetnya ketemu :)

4. Terirama kasih untuk hari libur 'mendadaknya' , bahagia itu selalu datang dalam bentuk yang sangat sederhana. Rebahan dikasur, menye-menye, baca buku, dan kangen kamu. Such a wonderful holiday :)

5. Terirama kasih, untuk ribuan berkah hari ini <3


Alhamdulillah.

Jumat, 18 Mei 2012

Lelah hati, begitulah rasanya
Tersudutku ketepi, mengeja cintamu dengan harapan yang semakin menua renta
Dalam sadar, aku telah menyepuh rapuh yang serta merta membukitkan luka

-MK

Kamis, 17 Mei 2012

Kau, Musim bahagia di dadaku


Senyum,
Tawa,
Kita penciptanya.
Berbincang denganmu seolah mengemut anggur dingin, menyejukan, bahagia tanpa tepi
Canda kita menjadi candu
Cemburu kita menjadi bumbu


Akutak perlu mencari kesempurnaan setelah kehadiranmu
Setiap pesan yang kau kirimkan kubaca tersenyum tanpa sebab


Aku tahu ini jatuh cinta dan berharap darimu aku tidak mendapatkan kata jatuh
Kau menjadikanku yang terhebat
Aku menjadikanmu yang terakhir
Kau; musim bahagia didadaku..


-@penjaitkata

Rabu, 16 Mei 2012


Kekasihku tak jadi datang
Disana hujan dia bilang
Entah menunggu reda
Atau mungkin lupa

Kekasihku tak jadi datang
Dia masih tertahan hujan
Hujan rasa yang telah membasa
Lalu banjir merendam asa

Kekasihku tak jadi datang..
Tidak usah menunggu dan lupakan soal rindu



Bandung, 6 Mei 2012

Un-listen-able Words




Ketika mulut dan hati bersuara..


Yang kamu denger: "Engga! ngapain kangen kamu, hih!" setiap kamu nanya "kamu kangen aku yaa..."


Yang kamu ga denger: "Sekalipun kita selalu ketemu, aku selalu kangen kamu. Karna setelah pertemuan berakhir ada rindu yang datang bersama dua teman baiknya, Sangat dan Hebat. iya rindu yang sangat hebat"


Yang kamu denger: "yuk pulang, udh malem" setiap kita pergi jalan-jalan


Yang kamu ga denger: "aku selalu ingin ngebunuh waktu, menarik lagi matahari dari peraduannya dan men-siang-kan malam. Aku ga ingin pulang. Aku ingin sama kamu terus..."


Yang kamu denger: "makasih udah mau nganterin aku pulang" sebelum aku buka dan nutup pintu mobilmu


Yang kamu ga denger: "sudah seharusnya aku bersyukur kamu selalu ada" setelah pintunya ketutup


Yang kamu denger: "Apa deeeeeh..." setiap kamu  mulai meninggikan hati, memuji setiap apa yang aku lakuin atau menawarkan hal-hal yang belum pernah orang lain tawarkan sebelumnya


Yang kamu ga denger: "Cuman kamu yang selalu bisa bikin aku jatuh cinta dengan cara tersederhana, dengan cara luar biasa. Tuhan udh ngizinin aku jadi manusia ter-beruntung setelah kamu ada buat aku"


Yang kamu denger: "ih enggaaa, ngapain ngecek timeline kamu" setiap kamu bilang "kamu ngecekin timeline aku ya? ko tau ? ciyeee"


Yang kamu ga denger: "jangankan timeline, aku suka merekam semua hal yang kamu lakuin, apapun itu. You mean a lot to me :)"


Yang kamu denger: "Mimpi ? mimpiin kamu ? hahaha masaaa mimpiin kamu" setiap kamu nanya "mimpiin aku ya semalem"


Yang kamu ga denger: " iya, mimpiku selalu ditaburi bunga tidur yang isinya kamu, kamu ga pernah absen sekalipun disana dan selalu mewujud indah. Aku harap di dunia nyata juga kamu bisa seindah disana and thanks for always coming "

Kamis, 10 Mei 2012

Akan datang masanya nanti, dimana rindu akan memenjarakan seluruh rasa
Akan datang masanya nanti, dimana aku akan bertahan pada pelukan tangan percaya
Akan datang masanya nanti, dimana kebahagiaan hadir tanpa jeda
Akan datang masanya nanti, dimana aku akan benar mencintaimu sehari lebih lama dari selamanya


Karna aku yakin, akan datang masanya nanti :)

Ketika nanti, LDR menghampiri
aku ingin menikmati rindu ini
rindu yang terus menggebu lalu meledak karna jarak

Ketika nanti, LDR menghampiri
aku ingin mencintai tukang pos dan perangko-perangkomu..
yang akan selalu kau tempelkan dipojok surat bernama rindu

Ketika nanti, LDR menghampiri
dan jarak senang bermain diantara kita
aku akan menggengam tangan percaya
dan memeluk segala rasa
lalu kita akan bertemu dalam gejolak bahagia

Ketika nanti, LDR menghampiri
aku akan mengharga-mahalkan sebuah pertemuan
menikmati semua kesempatan
dan ingin memelukmu dari belakang

Ketika nanti, LDR menghampiri
aku ingin berkunjung kekotamu
menghirup sesaknya udara pinggiran ibu kota
ditambah sesaknya napas rindu yang tidak pernah terencana


Dan ketika nanti, LDR menghampiri...