Rabu, 14 Agustus 2013





Rasanya baru kemarin kau mengajakku untuk pergi kencan pertama kali, memicu gempa berichter-richter ditempat yang mereka bilang Hati
Dan aku masih ingat kursi dimana aku duduk menunggumu dihari setelah hari minggu.
Rasanya baru kemarin kau menghidupkan jutaan kupu-kupu diperutku, membuat sel-sel di otakku membeku, ketika rasanya mimpi dan pasti terlihat melebur satu.
Dan aku masih ingat baju apa yang aku pakai di hari itu
Rasanya baru kemarin untuk pertama kalinya kau mengantarku pulang, dimalam yang terasa lebih terang, entah karna bintang atau jutaan kunang-kunang yang berterbangan bersama harapan..
Dan aku masih ingat aroma tubuhmu yang menguar dan bercampur dengan debar
Rasanya baru kemarin aku menjatuhkan hati pada lelaki yang entah bagaimana bisa sampai disini
Dan jika Tuhan memintaku untuk mengulang hidup berulang kali, aku akan tetap memilihmu tanpa kecuali.


Terimakasih untuk perjalanan ini, Tuan. Beberapa kali aku sempat memutuskan untuk menyerah, berusaha membalikan badan dan meninggalkanmu dengan pasrah. Namun pada akhirnya aku hanya akan kembali padamu, Gravitasiku.
Terimakasih untuk selalu membuatku percaya pada jalan ini, bukan pada ikatan tapi pada harapan. Karna harapan yang berhasil menuntunku hingga titik ini, karna harapan yang sebenarnya menjadi pengikat dan karna hanya harapan yang terkadang mampu menyembuhkan luka dari setiap lubang dijalan yang kita lalui.
Terimakasih telah membuatku menemukan aku didalam kamu.

Semoga masih ada jalan untuk kita, semoga doa-doa kita ada dalam lintasan, semoga segala harapan mewujud kenyataan. Semoga semua semoga tidak menguap sia-sia.
Dan terimakasih sudah menemukanku sejak dulu, dengan begitu aku tak perlu ragu lagi mencintaimu dengan terlalu.

Ketemu dipelaminan, ya ? :)



-salam lebih dari sayang-




Minggu, 16 Juni 2013


Days 254

Jauh darimu itu menyiksa, Sayang. Telah terbukti, sudah ratusan hari aku melewati detik tanpa detakmu lagi disetiap waktunya, rinduku masih saja tetap menggunung, meluapkan lahar-lahar perih tanpa ujung.
Ratusan hitungan jarak itu sangat mungkin mengasah rinduku, menjadi runcing dan bagiannya perlahan menembus rongga-rongga didadaku. Bagaimana bisa seorang aku yang sama sekali tidak memiliki riwayat penyakit asma, namun selalu merasa sesak di setiap malam, tanpa jeda.
Dan, tidakkah kamu mengerti, Sayang ?
Bahwa menjaga kerinduan dan jutaan sayangku terhadapmu adalah hal paling menarik untuk setiap saat kutuliskan pada lembar kebahagiaan.

Jika aku bisa, aku ingin menghabiskan malam ini dan malam seterusnya bersama pelukanmu
Jika aku bisa, aku ingin menemani kamu setiap saat tanpa jeda waktu, hingga tak sedetikpun aku merasa kehilanganmu. 
Tapi, tidak untuk saat ini. Waktu belum mau memutarkan detaknya untuk membuat nafasmu hanya berjarak sejengkal dari kulitku. 
Sebab,  Sayangku, disini aku harus berlatih mengerjakan tugas-tugas kecil, sebelum nanti Tuhan menugasiku untuk mengurusmu setiap hari sampai waktu sudah enggan untuk berputar lagi.

Kamu tidak pernah berhenti mengingatkanku tentang kesabaran, maka aku akan sabar. Dan bersabarlah, Sayang..
Aku yakin, bahwa keadaan seperti ini tidak akan lama lagi.


Aku rindu menuliskanmu dan rinduku.
Terimakasih untuk tidak pernah pergi dan selalu disini
Selamat tidur, pemilik mata terteduh♥







Kamis, 23 Mei 2013


Sakit rasa kamu.

Sistem imun udah ga kuat nahan virus-virus yang masuk, dari makanan yang makin hari makin sembarangan, dari kegiatan yang makin hari makin kelewatan, dari kangen yang makin hari makin keterlaluan. Ini aku, seharian ngehabisin hari diSaturnus, ngelap ingus yang terus turun gitu aja, nahan sakit dikepala gara-gara batuk yang ga biasa, nguatin badan buat bisa ngerjain kerjaan rumah yang udah berhari-hari di-abai-kan gitu aja. Ahirnya kekerjain juga. Malah jadi demam.
Makan berantakan, minum obat apalagi. Gapernah suka obat, dokter juga. 
Ada yang ga suka aku kayak gini, ngingetin buat makan yang bener, minum obatnya juga. Ada yang kesel waktu aku gabisa dibilangin, dibilangin buat cepet sembuh.Ada yang ga pernah berhenti buat ngingetin. Ada yang jagain aku waktu aku sakit, dari jauh. Kamu.

Sekarang aku tau, gimana berantakannya aku kalau ga ada kamu. Kamu, jangan pergi...

Rabu, 15 Mei 2013

Ini titik dimana menemukan kenyamaanan terasa sulit sekali
Berada diantara keterasingan yang semakin hari semakin sulit dimengerti
Apa yang salah ? Terkadang Tuhan terlalu senang bermain diantara banyak pilihan
Dan aku hanyalah sebutir pasir diantar lautan luas, samudra lepas..
Mencari jalan yang aku sendiri entah berada dimana.


Tuhan..
Boleh peluk aku sebentar ?
Aku ingin pulang...

Senin, 06 Mei 2013

TERIRAMA KASIH

Sembilan belas tahun dan terimakasih:)

Terirama kasih buat Allah, yang udah nyiptain orang tua sesempurna Ayah-Bunda, buat nikmat hidup selama ini, buat setiap oksigen yang masih dikasih gratis, buat setiap rezeki yang gapernah berhenti, buat orang-orang yang selalu ada dan sayang aku, buat setiap perhatianMu dari delapan arah mata angin, jutaan kenyamanan hidup di dunia, dan untuk setiap jalan keluar dari setiap masalah

Terirama kasih buat Ayah-Bunda, orang tua paling amazing di galaxi ini.. orang tua yang bisa bikin semesta iri, karna aku punya kalian dan mereka engga. Makasih untuk selau menjaga, menyayangi dan menjadi tempat curhat paling adem. Makasih untuk setiap doa di setiap sujud yang gapernah putus. Makasih buat semuanya Bidadara-Bidadari surga.

Terirama kasih buat Aa dan Ade. kalau gada kalian rumah pasti sepi, bunda pasti ga inget ini hari apa dan ga ada yang bisa diajak rebutan dan berantem.

Terirama kasih buat laki-laki yang entah dari mana asalnya, dari bumi ? engga. Manusia ? kayaknya bukan. Manusia semi malaikat, tinggalnya di tepi langit. Siang-siang magang di bumi, maleman dikit nemenin aku diruang mimpi. Fauzan Adiem. 
Makasih buat setiap langkah yang selalu berada selangkah dari tempat aku melangkah #kusut #pfft . 
Buat setiap tepukan pundak, senyum semangat, ribuan salah tingkah, remah bahagia, apapun..
Tetep disini, temenin kaki aku pergi, nanti kalau ada bintang yang gabisa aku gapai.... aku tau kamu pasti gendong aku dan taro aku dipundak ngibarin bendera Slank terus nonton konser -"- . Engga! bantuin aku gapai bintangnya:)


Terirama kasih buat sahabat yang mau jadi sahabat aku, tahunan sahabatan kalian, gapernah ngilangin rasa semenjak kita sama-sama. Fayi, Util, Hanna, Ajes, Tata, Rida, Olink, Naila, Sarah, Jannat, Aulia. Makasih, makasih

Terirama kasih buat jutaan doa bahagia hari ini, temen-temen SMP, SMA, Kuliah, tempat les, temen basket, temen pesantren, dimanapuun... 
Ada hari dimana terik matahari terasa teduh, mendung hujan mengguyur ribuan gaduh, kepingan hati sudah tidak lagi terasa rapuh. Itu adalah hari ini, hari dimana rintikan doa menemani ke-sembilanbelas-tahunanku menyelamat datangkan masanya. Aku utang banyak sama kalian, tapi aku belum kaya. Cukup Tuhan yang tau, aku sayang kalian dan semoga kita punya banyak tempat VVIP disurga nanti :)
Teriramakasih kupu-kupu Surga.





Teriramakasih Semesta 
__ Salam sejuta keajaiban dari Saturnus:)

Minggu, 14 April 2013









Tadinya aku mau bikin tiramisu, tapi.... ini judulnya kita LDR 
:((((((((( 
nanti capa yang makan..

Kamu juga minta buat ga dibikinin surprise apa-apa tahun ini. Rencana masuk kardus kulkas dan di bungkusin kado terus minta dipaketin ke jakarta lewat JNEpun gagal.. 
Terus, kamu minta dibikinin Pisang Harkos..


Dan.. lagi-lagi atas nama Lamabeudh Dipisahinjarak Relationship Pisang Harkosnya lewat sini aja yaa :3








PASTI NGILEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEER!!!!!!!!!! PASTIIIIIIIIII!!!!!!!!!!!!!!
MAKANYA CEPET PULAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANG


:((((((((((


BAIKLAH, INI UDAH GA SEHAT.. KANGEN UDAH TERLALU KAMPRET BUAT DI LADENIN. AKU MAU BERDOA AJA....


*oke yang terakhir gausah dibaca*



*raaaaaas--"*






Satu... Duaa.. Tiga...


dadah balooooooooooooooooon, sampein sama Allah ya :))




Happy birthday my-classmate-schoolmate-boncenganmate-makansiangmate-jalanjalanmate-smsmate-spendthedaymate-ketawamate-sepedahanmate-dudukdipelaminanmate-everythingmate ({}) 
Selamat Sembilan Belas Tahun, Fauzan Ngangeninbanget Mahereyza :)

Ps: I just miss you little too much, little too often, and little more and more everyday, so please go home..

Kamis, 28 Maret 2013

"Aku ingin mencintaimu dengan mudah
Semudah kau genggam jemariku tanpa jengah
Aku ingin meninggalkanmu dengan susah payah
 Sesusah nalarku berkata pisah
Sepayah hatiku  berkata tidak akan pernah "
 
 


Ada perih yang gabisa aku jelasin kenapa.Aku kangen tanpa jarak sama kamu.Ini malem ke duapuluh dimana selalu ada air mata yang jatuh.Kenapa kangen seberengsek ini... Tuhaaaan :(


waktu aku dibunuh rindu 

Senin, 18 Maret 2013



Pemilik mata terteduh. Pembunuh ribuan keluh. Akar jutaan debar. Hati senyaman bumi. Pendamping hidup disegala hari. Muara rasa tanpa ada jeda. Lelaki pertama yang membuat setelahnya tidak pernah ada. Satu, dengan nilai tak terhingga. Kamu

Sabtu, 02 Maret 2013

Adiem, Laras kangen............

SEPULUH KAMU YANG MENDAPAT TEMPAT DIDADAKU

Kamu, dedaunan rindang diatas bangku taman
penghalau panas dan rintik hujan, didekatmu aku berteduh dalam kenyamanan

Kamu, semak belukar dihutan liar
menyesatkanku dalam jutaan akar debar

Kamu, burung-burung yang enggan berhenti bernyanyi
setia menemaniku disegala hari, penghuni mimpi yang membuat nyata disetiap pagi

Kamu, api unggun ditengah-tengah kemah
Menerangi malam temaram tanpa jengah

Kamu, jurang dengan dinding-dinding yang mulai kandas
kedalaman yang selalu ingin aku jatuhi dengan iklas

Kamu, peron kereta yang setia menunggu
kepadamu aku bisa ribuan kali jatuh merindu

Kamu, perahu-perahu di bibir dermaga
pelayaran mengelilingi dunia. Bersamamu, sedikitpun aku enggan menepikan bahagia

Kamu, ombak yang bergulung-gulung
melarutkan jutaan murung yang seringkali tiada ujung

Kamu, jarum jam yang tidak pernah berhenti berdetak
menghujamku dengan jutaan waktu yang membuatku terus mencintaimu dengan telak

Kamu, senyawa abadi
menghidupi setiap huruf yang kutulis disini
yang menemani nafasku sampai mati


Kamis, 28 Februari 2013

METEOR RINDU DARI SATURNUS

Hari kesembilan. Rindu masih saja terus bertahan. 

Entah, esok hari kesepuluh. Mungkin, perlahan rindu akan membuatku rapuh.
Nanti, dihari kesebelas, kuharap rindu sudah iklas dan berhenti memukulku dengan keras.

Sudah sembilan hari sejak pertemuan terakhir yang tidak pernah aku harapkan itu, aku berjalan melewati detik dengan wajah yang sesekali tengadah.
Bukan untuk sombong, tapi.. terkadang aku butuh menahan genangan air yang seringkali tetiba jatuh diantara butir-butir peluh.

Rindu ini lebih sakit dari biasanya, ada hati yang belum iklas ketika aku harus membalikan badan dan berlalu bersama gerimis sore itu. 
Biasanya tidak pernah ada adegan seperti ini.
Karena biasanya mataku memaksa untuk terus menatap punggungmu yang berlalu
Karena biasanya ada senyum penutup diakhir pertemuan
Karena biasanya ada sms-sms yang menerbangkan lagi kupu-kupu diperut
Karena biasanya aku tidak pernah berlalu mendahuluimu
Perang batin.
Ada rindu dan kecewa yang datang secara bersama.

Tapi tetap saja kekuatan dari "mencintaimu memang tidak pernah cukup seribu kali" itu nyata, Tuan.
Tidak pernah berhenti dan selalu seperti ini.
Seperti jarum jam yang terus berputar tiga ratus enam puluh derajat
Seperti itu hatiku merotasimu, terkadang untuk niat keluar dari lintasannya saja terasa berat

Tidak akan berubah.
Aku akan tetap bangun pada pagi dengan dada yang terasa sesak sekali
dan tertidur pada malam dengan rindu yang enggan padam.

Selamat malam, Tuan..


Aku dengan jutaan rindu yang kupunya, menyayangimu.
Peluk cium dari planet sini

Rabu, 27 Februari 2013


Semestinya tak kuterlantarkan rindu yang terus memaksa hidup hingga pagi
Andai saja tak ada jarak yang mengunci langkah kaki,
ingin rasanya segera menyandarkan semua gelisah dan gundahku pada harum lebat rambutmu
Menebar keteduhan, meremas kecemasan..
Meninabobkan tangis semalam

Memungut lagi serpihan kata rindu yang kau cecapkan di tepian pagi
Betapa aku ingin mendengarnya ribuan kali
Seperti inginku yang selalu dahaga ingin mendekap dan rebah didadamu
Luruh dalam pusaran tatapmu dan bertekuk pasrah dalam hatimu. Selalu

Hari kedelapan, dan rindu itu masih tetap saja datang. Meski aku tidak pernah tau kau akan pulang kapan.



Sabtu, 09 Februari 2013

ADA GENANGAN YANG TUMPAH TANPA ABA-ABA, DIPELUPUK MATA


Datang sesak yang kukira takkan senyeri ini
Rongga dada, tetiba terasa sempit sekali
Udara di peparu tak lagi penuh
Bernafas terasa hanya separuh
pada senja kali ini, aku harus melepasmu lagi. 

Lelakiku,
Betapa aku ingin terlihat kuat didepanmu
Betapa aku sangat ingin melihat mimpi-mimpi itu tidak lagi semu
Namun yang kali ini, kurasa tidak bisa
Membendung rindu berminggu-minggu
Lalu pada saat kemarin kita bertemu
kau pasti tau, betapa ada lega yang tak terkira
Kukira rindu akan pulang menemui tuannya...

Namun, senja ini
kulihat kau harus pergi lagi
Aku berusaha unruk menahan genangan air dipelupuk mata
dan pada akhirnya genangan itu tumpah tanpa aba-aba
ketika dengan telanjang, mataku melihatmu berlalu dan menghilang

Lalu rindu itu datang lagi
Rindu selalu saja tidak mau tau, datang selalu terburu-buru
Rindu itu datang ketika kereta menghilangkanmu disudut rel sana
Rindu itu datang ketika aku memberanikan diri untuk melambaikan tangan
Rindu itu datang ketika aku terduduk kembali di peron, hanya untuk mengingat beberapa menit yang lalu kau masih disini
Rindu itu datang ketika harum tubuhmu kuhirup lagi...

ingatlah, sayang
Aku ini bebal yang terkadang merindukanmu lewat batas akal
semoga akan ada kita yang tak perlu terpisah ketika rindu masih ada
semoga akan ada senja selanjutnya yang mempertemukan kita dalam jutaan rasa
semoga....




Minggu, 27 Januari 2013



  Planetmu banjir, akhirnya air dan Tuhan bikin kamu pulang. Satu lagi, kebaikan Tuhan ketika rindu menyerang begitu saja. Rindu yang membuatku terus merengek memintamu untuk lekas pulang. Rindu yang entah sudah berapa kali membuat luka terus meradang. 


Sabtu pagi,
niat mau ngelayat temen yang meninggal, tapi gada kendaraan. 
Ahirnya dihabisin buat nikmatin wajah manusia bumi yang baru bangun tidur terus minum kopi. 
Udah lama. Bikin kangen.
Matahari akhirnya naik juga, hari sabtu pertama yang harus masuk kampus. 
UAS Pancasila-B.Inggris tanpa persisapan apa-apa. 

Jam 10 lewat 30 menit, ngampus. 
Dianter kamu, belum mandi, tapi tetep aja suka. 
Duh... cinta.. cinta.
"Pulangnya dijemput ya"
Udah lama ga denger kata-kata ini, udah lama nyetir sendiri, udah lama rasanya jauh dari kamu..

jam 4, ditempat makan
"nyampe" gini doang padahal isi smsnya, tapi tetep aja bikin bibir bisa melengkung sejajar sama hidung. 
Nyamperin kamu, eh lagi di ceng-cengin sama temen-temen. Diteriakin. yang jemput dari kayangan udah dateng katanya.
Mereka kenal kamu, maaf aku ngasih tau mereka soal kamu. 
Bukan buat di pamerin. Enak aja, kamu bukan barang. 
Tapi, aku pengen mereka tau kalau aku punya malaikat yang sayapnya gapernah dipake. 
Aku pengen mereka tau, kalau malaikat itu ga melulu pake baju putih. 
Aku pengen mereka tau, kalau malaikat dibumi bisa nyetir Honda CB tahun 74. 

Keliling kota. Kayak lagi meranin film, pemeran utamanya kita lagi nikmatin senja. 
Rasanya ada kamera disetiap sudut-sudut kota. 
Sampe senyum terus di jok belakang.
Seneng jadi pusat perhatian. Padahal yang jadi perhatian kendaraannya. 
Ah, gapapa. Aku tau kakek-kakek di lampu merah itu pasti lagi inget masa mudanya waktu liat kita.

Pasupati, matahari hampir tenggelam
Lembayung! kamu tau aku suka ini. Kamu tau aku pengen banget nikmatin detik-detik matahari tenggelem sama kamu.
Perjalanan pulang, berharap di depan lampu merah terus. 
Eh, ternyata salah beli kaset. Akhirnya balik lagi ketempat tadi. 
Nikmatin perjalanan lagi. Bersyukur. Heheh
Makan dulu, cuman sama kamu aku berani makan yang biasanya ga aku makan. Cuma sama kamu aku bisa makan nasi padang yang porsinya banyak. Cuma sama kamu aku bisa makan cuanki terus makan nasi. 

Jam 7, Gandawijaya
"Ngambil uang dulu ya di sangkuriang" alesan aku. 
Biar terus sama kamu, gatau kenapa hari itu kangen banget. 
Padahal dari tadi bareng-bareng. Gapake jarak. Gandengan terus. 

Mau pulang. Lagi pake sepatu, yang punya rumah ngomong "ditunggu undangannya ya" 
Mulut aku kusut, antara senyum lebar dan ribuan "aamin" yang pengen aku ucapin.

Gerimis.
iseng ngomong "Semoga hujannya gede dan kamu diem dirumah aku lama"
cuman ditanggepin pake ketawa.
Ahirnya naik ke jok, kendaraannya jalan juga.
Eh hujannya makin jadi ditengah jalan. Tuhan, denger apa yang aku bilang
Dulu juga pernah bilang "Aku mau minjem sehari dari hari-hari kamu buat disko dibawah hujan sampe demam" yang ini dikabulin juga.

Hujannya diterobos, basah kuyup semua. 
Aku takut kamu masuk angin, kamu juga gamau aku kedinginan.
Tangan masuk kejaket. Gada yang masuk angin. Gada yang kedinginan.

"gausah pulang dulu, diem dirumah, hujannya bahaya"
"yaudah, aku dirumahmu dulu"
Nah, kan!








"Aku pernah tau rasanya bahagia, ketika hujan dan Tuhan berkonspirasi untuk menahanmu disini"

Selasa, 15 Januari 2013




"Kepadamu, lelaki yang tidak pernah memberiku sebuket bunga
namun menyediakanku hati senyaman dunia..
karna entah, apa yang harus aku cari lagi
ketika titik kenyamanan sudah ada disini
Teriramakasih 
"

Sabtu, 12 Januari 2013

" Setelah banyak melewati tengah malam, akhirnya aku tau..  
Betapa malam tidak pernah sekalipun menghilangkanmu dari sudut-sudut otakku
Apapun keadaanya, tertidur ataupun terjaga.
Rinduku tetap saja nyata :)"


                                   
 Semoga kamu tidak lupa jalan pulang, Sayang.

                                                                          Peluk cium dari planet sini

Selasa, 08 Januari 2013


         Air mata netes gitu aja, semenjak hidup sama kamu aku belum pernah ngerasain kangen yang sebegini pedihnya. Sakit. Nafas cuman setengah paru-paru. Disini gada pundak buat numpahin rindu. Asam lambung ikut naik ke ulu hati. Seseknya ditambah lagi. Hujan ikut ngedukung suasana sepedih ini. Langit ikut nangis. kekuatan buat ngambil selimut makin nipis. Disini dingin, sangat dingin. Kaki ikut menggigil. Ditemenin Broken Vownya Lara Fabia, ahirnya luka kebuka juga.
Tugas Karya Tulis diabai-in tiba-tiba, padahal deadline udah didepan mata. yang pindah ke mata malah laman facebook yang udah lama ga aku buka. Banyak kenangan. Aku nyari kita kayak gimana waktu lalu.


"Betapa tangan Tuhan Maha sempurna, menyatukan kita dalam setiap keajaibannya"
        Berakhir pada pencarian harta karun di laman facebook-mu. Buat apa ? buat nanti, nanti dirumah kita aku ingin punya tembok segede gambreng buat naro foto kita dari kitanya bayi sampe punya bayi, dari kita SD, SMP, SMA, Kuliah. Sampe anak-anak kita juga. Ah atau kalau perlu, foto-foto bareng mantan. Eh gaperlu deng, kamu tau aku pencemburu masalalu. Bisa-bisa aku nyilet nadi depan foto-foto itu. 
Tapi ini, foto-foto ini bikin kangen jadi segede bumi. Sial!

         Jarum jam udah turun, ini udah hari rabu. Mata belum juga minta tidur. Kayaknya bakal berakhir di sofa. Ga mampu nempuh tangga. Biar nengok kamarnya besok subuh aja. 
Akhirnya inget kalau KTI belum beres, inget kalau besok kuliah subuh, inget kalau hati udah terlalu nyaman berlabuh.
Iya, semoga hatimu dermaga terakhir, dermaga dimana perahuku akan terhenti sehari lebih lama dari selamanya. Iya, semoga.

         Ini kangen, penyakit kalau aku tidur terlalu malem. Penyakit kalau sinyal udah ga bisa diajak kompromi. Penyakit kalau tadi sore aku bandel lagi minum kopi. Penyakit kalau aku terlalu jauh dari kamu. Penyakit aku penyakit yang gapernah ada sebelum kita sama-sama. Penyakit yang ga ingin aku sembuhin akarnya dan selamat tidur, jagoan.



                                                                                                                Salam sayang, dari planet sini,




Perempuan yang kelak akan mendampingimu disegala hari 


Kamis, 03 Januari 2013


Kau,
Cakrawala tanpa batas, didalamnya aku senang terbang bebas diantara rasa yang enggan lepas
Rasi bintang. Gugusan paling terang.Merotasiku dengan jutaan planet sayang
Ritmis gerimis hujan di pagi hari. Seperti air yang merindui bumi, bersamamu aku tak pernah ingin berhenti menari
Petir menggelegar. Didekatmu ada jantung yang berdegup dalam debar
Penghuni sudut-sudut talamus. Dikepalaku, ada kamu sebesar planet Saturnus.
Jarum jam yang tak berhenti berbunyi, didekatmu ada detak yang menghidupi mimpi menjadi pasti

Kau,
Simfoni cinta. Deret melodi bahagia. Nafas kedua
Membuatku ingin melagukanmu selamanya.



Bandung, 3 Januari 2013
Aku, dengan seribu degup yang kupunya; merindukanmu