Days 254
Jauh darimu itu menyiksa, Sayang. Telah terbukti, sudah ratusan hari aku melewati detik tanpa detakmu lagi disetiap waktunya, rinduku masih saja tetap menggunung, meluapkan lahar-lahar perih tanpa ujung.
Ratusan hitungan jarak itu sangat mungkin mengasah rinduku, menjadi runcing dan bagiannya perlahan menembus rongga-rongga didadaku. Bagaimana bisa seorang aku yang sama sekali tidak memiliki riwayat penyakit asma, namun selalu merasa sesak di setiap malam, tanpa jeda.
Dan, tidakkah kamu mengerti, Sayang ?
Bahwa menjaga kerinduan dan jutaan sayangku terhadapmu adalah hal paling menarik untuk setiap saat kutuliskan pada lembar kebahagiaan.
Jika aku bisa, aku ingin menghabiskan malam ini dan malam seterusnya bersama pelukanmu
Jika aku bisa, aku ingin menemani kamu setiap saat tanpa jeda waktu, hingga tak sedetikpun aku merasa kehilanganmu.
Tapi, tidak untuk saat ini. Waktu belum mau memutarkan detaknya untuk membuat nafasmu hanya berjarak sejengkal dari kulitku.
Sebab, Sayangku, disini aku harus berlatih mengerjakan tugas-tugas kecil, sebelum nanti Tuhan menugasiku untuk mengurusmu setiap hari sampai waktu sudah enggan untuk berputar lagi.
Kamu tidak pernah berhenti mengingatkanku tentang kesabaran, maka aku akan sabar. Dan bersabarlah, Sayang..
Aku yakin, bahwa keadaan seperti ini tidak akan lama lagi.
Aku rindu menuliskanmu dan rinduku.
Terimakasih untuk tidak pernah pergi dan selalu disini
Selamat tidur, pemilik mata terteduh♥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar