Tenang, aku belum mundur, aku hanya sekedar ingin diam sejenak, entah menyusun strategi, entah mengistirahatkan hati. Strategi bagaimana bisa terus menyayangimu tanpa harus melukai hatiku sendiri. Istirahat dari luka yang dihasilkan oleh harapan yang terlanjur terlalu tinggi. Karena aku tahu, jatuh cinta itu terlalu mudah bagiku, maka kali ini aku akan bertahan. Bertahan menyayangi diri sendiri yang sedari dulu sulit aku lakukan. Dan kemudian mungkin akan membaginya padamu, dengan baik.
Senin, 09 April 2012
Sabtu, 07 April 2012
Jumat, 06 April 2012
Duh, Kamu...
Kenapa keadaan mematahkan lagi segala harapan ?
Kenapa semudah itu kamu menyembunyikan perasaanku ketika kamu meng-iya-kan semua tawarannya ?
jangankan janjimu yg akan tetap bersamaku setelah malam itu, secara tidak langsung sore itupun kamu sudah melupakan aku.
Kamu lupa dengan rasa yang sudah tumbuh dan berkembang..
Kamu lupa dengan asa yang sudah banyak berterbangan..
Kamu lupa sakitnya rasa kecewa..
Seorang aku ini pintar sekali berakting, menyembunyikan segala keadaan hati yang tak mau kamu ketahui
Ketika pagi itu aku membolehkan kamu pergi dengan tersenyum dan kamupun tersenyum..
Itulah hari dimana aku memulai hariku dengan napas yang sesak. Sesak sekali.
Aku berusaha melawan ego didalam aku, aku tidak ingin melarangmu hanya karna aku tidak ingin sakit hati.
Tapi ternyata... dibalik aku yang menang melawan egoku, ada kamu yang kalah begitu saja ketika kamu dikuasai egomu. Kamu lebih memilih mengecewakanku daripada tidak pergi kesana, kamu lebih memilih mengorbankan perasaanku daripada perasaan tidak enak-mu atasnya.
Entahlah apa boleh aku begini, dihubungan seperti ini ?
Aku hanya terlalu takut dan belum mempersiapkan apa-apa untuk kehilanganmu .
Boleh aku meminta padamu sekali lagi ? sekalipun itu tidak akan mengubah keputusanmu..
Tolong.. tetaplah tinggal dan jangan pergi kesana, ya ?
Kenapa keadaan mematahkan lagi segala harapan ?
Kenapa semudah itu kamu menyembunyikan perasaanku ketika kamu meng-iya-kan semua tawarannya ?
jangankan janjimu yg akan tetap bersamaku setelah malam itu, secara tidak langsung sore itupun kamu sudah melupakan aku.
Kamu lupa dengan rasa yang sudah tumbuh dan berkembang..
Kamu lupa dengan asa yang sudah banyak berterbangan..
Kamu lupa sakitnya rasa kecewa..
Seorang aku ini pintar sekali berakting, menyembunyikan segala keadaan hati yang tak mau kamu ketahui
Ketika pagi itu aku membolehkan kamu pergi dengan tersenyum dan kamupun tersenyum..
Itulah hari dimana aku memulai hariku dengan napas yang sesak. Sesak sekali.
Aku berusaha melawan ego didalam aku, aku tidak ingin melarangmu hanya karna aku tidak ingin sakit hati.
Tapi ternyata... dibalik aku yang menang melawan egoku, ada kamu yang kalah begitu saja ketika kamu dikuasai egomu. Kamu lebih memilih mengecewakanku daripada tidak pergi kesana, kamu lebih memilih mengorbankan perasaanku daripada perasaan tidak enak-mu atasnya.
Entahlah apa boleh aku begini, dihubungan seperti ini ?
Aku hanya terlalu takut dan belum mempersiapkan apa-apa untuk kehilanganmu .
Boleh aku meminta padamu sekali lagi ? sekalipun itu tidak akan mengubah keputusanmu..
Tolong.. tetaplah tinggal dan jangan pergi kesana, ya ?
Kamis, 05 April 2012
Rabu, 04 April 2012
KETIKA AKU IRI HATI
Terkadang aku ingin menjadi lagu-lagu dalam handphonemu
yang menemanimu ketika rasa bosan menggerayang
Terkadang aku ingin menjadi laptopmu
yang tak berhenti kau pandangi setiap waktu
karna sungguh, sorot matamu membuatku luluh
Terkadang aku ingin menjadi kunci motormu
ketika aku hilang..
dengan resah dan kebingungan kau akan mencariku hingga ketemu
Terkadang aku ingin menjadi kendaraanmu
karna kemanapun kau pergi kau akan membawaku
Tak jarang aku ingin menjadi kamarmu, tempat yang selalu kau kunjungi
Tempat yang pertama kau cari ketika butuh tempat merebah untuk melepas lelah
Tempat dimana kau akan membuka mata dan memulai masa
Tempat dimana kau akan mengakhiri hari
Dan seperti ini, ketika aku iri hati
Langganan:
Postingan (Atom)