Rasanya baru kemarin kau mengajakku untuk pergi kencan pertama kali, memicu gempa berichter-richter ditempat yang mereka bilang Hati
Dan aku masih ingat kursi dimana aku duduk menunggumu dihari setelah hari minggu.
Rasanya baru kemarin kau menghidupkan jutaan kupu-kupu diperutku, membuat sel-sel di otakku membeku, ketika rasanya mimpi dan pasti terlihat melebur satu.
Dan aku masih ingat baju apa yang aku pakai di hari itu
Rasanya baru kemarin untuk pertama kalinya kau mengantarku pulang, dimalam yang terasa lebih terang, entah karna bintang atau jutaan kunang-kunang yang berterbangan bersama harapan..
Dan aku masih ingat aroma tubuhmu yang menguar dan bercampur dengan debar
Rasanya baru kemarin aku menjatuhkan hati pada lelaki yang entah bagaimana bisa sampai disini
Dan jika Tuhan memintaku untuk mengulang hidup berulang kali, aku akan tetap memilihmu tanpa kecuali.
Terimakasih untuk perjalanan ini, Tuan. Beberapa kali aku sempat memutuskan untuk menyerah, berusaha membalikan badan dan meninggalkanmu dengan pasrah. Namun pada akhirnya aku hanya akan kembali padamu, Gravitasiku.
Terimakasih untuk selalu membuatku percaya pada jalan ini, bukan pada ikatan tapi pada harapan. Karna harapan yang berhasil menuntunku hingga titik ini, karna harapan yang sebenarnya menjadi pengikat dan karna hanya harapan yang terkadang mampu menyembuhkan luka dari setiap lubang dijalan yang kita lalui.
Terimakasih telah membuatku menemukan aku didalam kamu.
Semoga masih ada jalan untuk kita, semoga doa-doa kita ada dalam lintasan, semoga segala harapan mewujud kenyataan. Semoga semua semoga tidak menguap sia-sia.
Dan terimakasih sudah menemukanku sejak dulu, dengan begitu aku tak perlu ragu lagi mencintaimu dengan terlalu.
Ketemu dipelaminan, ya ? :)
-salam lebih dari sayang-
