Sabtu, 09 Februari 2013

ADA GENANGAN YANG TUMPAH TANPA ABA-ABA, DIPELUPUK MATA


Datang sesak yang kukira takkan senyeri ini
Rongga dada, tetiba terasa sempit sekali
Udara di peparu tak lagi penuh
Bernafas terasa hanya separuh
pada senja kali ini, aku harus melepasmu lagi. 

Lelakiku,
Betapa aku ingin terlihat kuat didepanmu
Betapa aku sangat ingin melihat mimpi-mimpi itu tidak lagi semu
Namun yang kali ini, kurasa tidak bisa
Membendung rindu berminggu-minggu
Lalu pada saat kemarin kita bertemu
kau pasti tau, betapa ada lega yang tak terkira
Kukira rindu akan pulang menemui tuannya...

Namun, senja ini
kulihat kau harus pergi lagi
Aku berusaha unruk menahan genangan air dipelupuk mata
dan pada akhirnya genangan itu tumpah tanpa aba-aba
ketika dengan telanjang, mataku melihatmu berlalu dan menghilang

Lalu rindu itu datang lagi
Rindu selalu saja tidak mau tau, datang selalu terburu-buru
Rindu itu datang ketika kereta menghilangkanmu disudut rel sana
Rindu itu datang ketika aku memberanikan diri untuk melambaikan tangan
Rindu itu datang ketika aku terduduk kembali di peron, hanya untuk mengingat beberapa menit yang lalu kau masih disini
Rindu itu datang ketika harum tubuhmu kuhirup lagi...

ingatlah, sayang
Aku ini bebal yang terkadang merindukanmu lewat batas akal
semoga akan ada kita yang tak perlu terpisah ketika rindu masih ada
semoga akan ada senja selanjutnya yang mempertemukan kita dalam jutaan rasa
semoga....




Tidak ada komentar:

Posting Komentar