SEPULUH KAMU YANG MENDAPAT TEMPAT DIDADAKU
Kamu, dedaunan rindang diatas bangku taman
penghalau panas dan rintik hujan, didekatmu aku berteduh dalam kenyamanan
Kamu, semak belukar dihutan liar
menyesatkanku dalam jutaan akar debar
Kamu, burung-burung yang enggan berhenti bernyanyi
setia menemaniku disegala hari, penghuni mimpi yang membuat nyata disetiap pagi
Kamu, api unggun ditengah-tengah kemah
Menerangi malam temaram tanpa jengah
Kamu, jurang dengan dinding-dinding yang mulai kandas
kedalaman yang selalu ingin aku jatuhi dengan iklas
Kamu, peron kereta yang setia menunggu
kepadamu aku bisa ribuan kali jatuh merindu
Kamu, perahu-perahu di bibir dermaga
pelayaran mengelilingi dunia. Bersamamu, sedikitpun aku enggan menepikan bahagia
Kamu, ombak yang bergulung-gulung
melarutkan jutaan murung yang seringkali tiada ujung
Kamu, jarum jam yang tidak pernah berhenti berdetak
menghujamku dengan jutaan waktu yang membuatku terus mencintaimu dengan telak
Kamu, senyawa abadi
menghidupi setiap huruf yang kutulis disini
yang menemani nafasku sampai mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar