Senin, 31 Desember 2012

Pernah Ada Kita Disini


Pernah ada kita disini

Dikursi-kursi ruang kelas, mencoreti mejanya hingga berbekas
Lalu kutulis namamu disana, dan kamu menggambar wajahku juga.
Pada gambarmu aku pernah menyimpan benci pada wajahku sendiri
Hasilnya pasti selalu mirip babi.

Pernah ada kita disini

Di kursi-kursi panjang ruang makan, menikmati menu makanan yang tidak pernah berubah
kadang kurang asin, kadang kurang banyak.
Ah aku rindu adegan dimana selalu ada coklat pasta dan air minum botolan
aku rindu berlari kecil lalu menghampirimu memberikan minum itu
aku rindu tatap genitmu yang mencariku
aku rindu melakukan ini bersamamu


Pernah ada kita disini

Di gazebo-gazebo parkiran, yang menjadi banjir ketika hujan
Pada kayu yang menjadi saksi bisu,
Masih ingatkah tentang senyum-salah-tingkah itu?
Atau ingatkah sebuah pinta tentang rumus matematika ?
Ah, kau pasti ingat. Aku tau, dalam diammu kau memerhatikanku yang malu-malu.

Pernah ada kita disini

Diatas rumput-rumput taman, diantara teduhnya pepohonan
Disana pernah ada sesuatu yang kita kenang
tentang air mata pertengkaran, kau terus disampingku hingga aku bernafas dalam tenang


Pernah ada kita disini
Di setahun yang lalu, ditempat kita pernah menimba ilmu
Ditempat dimana Tuhan membuat kita di pertemukan
Ditempat kita membuat sejuta kenangan
Ditempat dimana aku tau segala tentangmu
Ditempat ini, ditempat dimana aku pertama kali menyimpanmu, dihati dan nadi.



*ingetkan, Fauzan ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar