Sebelum ada kamu, tawa tidak pernah selepas ini.
gelak tidak pernah mentransformasikan dirinya menjadi bahak
dan tanpamu aku hampir menjadi bangkai yang siap dimakan gagak
Sebelum ada kamu, wajah tidak pernah semerona ini
seperti ada tomat dibalik kulit pipi, yang terus memerah tanpa henti
dan denganmu, bahagiaku tak kenal mati
Sebelum ada kamu, denyut jantung tidak pernah semerdu ini
seperti mahakarya sebuah orkestra
rasaku mengalun disela hati tanpa jeda
Sebelum ada kamu, rindu tidak pernah sebrengsek ini
ada perih yang terus mengakar, mengalir seperti lahar
jauh darimu, ada bagian dari hatiku yang memar
Sebelum ada kamu, cinta tidak pernah setulus ini
menikmati rasa yang tak pernah berhenti
seperti menari diantara konstelasi pelangi
dan melihatmu bahagia, seperti ada bagian dari doaku yang mewujud nyata
Sebelum ada kamu, aku pernah mati dalam lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar