Tolong, Bunuh Waktu!
Ketika proyeksi mataku menangkap lagi nyata wujudmu, lengkung senyum itu, jejer gigi yang tidak berkawat lagi. Tolong, bunuh waktu!
Ketika indera penciumanku menemukan lagi aroma favoritenya, menguar bercampur dengan oksigen yang ku hirup, dua senyawa yang tetap membuatku hidup. Tolong, bunuh waktu!
Ketika telingaku mendengar lagi suara yang menggetarkan hati, renyah tawamu, candaan-candaan itu, cerita kehidupanmu. Tolong, bunuh waktu
Ketika sentuhan-sentuhan rindu itu mendarat di kulitku, melonggarkan sesak nafas yang selama ini bersarang di peparu. Lepaslah dahagaku yang tadinya haus akanmu. Maka tolong, bunuh waktu!
Ketika tak sedetikpun ingin ku lepas lingkar lenganku saat aku tau kita harus kembali mengalah pada jarak, membiarkan lagi rindu itu meledak.
memaksaku untuk melihat kalender, menghitung lagi berapa hari yang harus aku lewati dengan keadaan sesepi ini. Tanpamu. Tolong, bunuh waktu!
Dan, tolong bunuh waktu sebentar saja ketika aku selalu merasa tak pernah cukup menghabiskan rindu bersamamu
P.S: Dan seperti inilah sayang, rinduku disini selalu kelewat brengsek
Tidak ada komentar:
Posting Komentar